Browsed by
Month: August 2015

HUKUM CINTA KASIH

HUKUM CINTA KASIH

 

Peringatan wajib St. Pius X

Ruf 1:1,3-6,14b-16,22

Mat 22:34-40

Yesus mengungkapkan Hukum yang paling penting yaitu Hukum Cinta Kasih; mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa dan akal budi dan hukum kedua mengasihi sesama seperti diri sendiri. Hukum tersebut menjamin kita untuk mengalami damai dalam kehidupan dan menghantar kita pada kebenaran dan keselamatan kekal. Hal itu berarti bahwa hukum Cinta-Kasih memberikan motivasi, menciptakan suasana damai, menuntun pada hidup benar dan menghadirkan kebahagian kekal bagi kita.

Bagaimana kita bisa mengalami Kasih tersebut? Kasih adalah buah dari iman yaitu relasi kita dan kepercayaan kepada Tuhan Yesus Kristus. Oleh karena itu semakin kita dekat dengan Yesus, maka semakin penuh kasih yang ada dalam diri kita. Tuhan Yesus adalah Kasih yang hidup dan hadir untuk manusia. KehadiranNya hanya untuk menyatakan kasihNya kepada manusia tanpa batas. Dia juga mengajarkan bagaimana cara harus mengasihi Allah Bapa dan kepada sesama.

Bagaimana cara mengasihi Allah dan sesama? Kasih dimulai dengan kerendahan hati, mau belajar dan bersatu dengan Yesus Kristus. Dialah yang mampu mengajarkan dan memotivasi kita untuk mengasihi dengan benar dan tulus. Maka perlu sekali keterbukaan diri dengan Yesus Kristus. Cinta manusia seringkali dengan pamprih, namun Yesus Kristus mengasihi dengan ketulusan. Yesus menunjukan Cinta kasih menuntut suatu pengurbanan, bahkan penyangkalan diri, pemberian diri dan menyerahan nyawa untuk orang-orang yang dikasihi. Kasih yang sedemikian total ini hanya bisa dilakukan oleh Tuhan Yesus sendiri. Oleh karena itu jika kita bersatu dengan Dia, kita akan dimampukan mengasihi seperti Yesus mengasihi Bapa di Surga dan mengasihi sesama dengan tulus.

Cinta Kasih yang kita terima dari Tuhan Yesus membuat kita penuh dengan keutamaan ; kedamaian hati, kerendahan hati, kesabaran, kemurah-hati, keralaan berkurban, ketulusan, kejujuran, kepedulian kepada mereka yang menderita, kerelaan untuk memaafkan, keberanian untuk bersaksi dan menderita demi iman, dll.

Allah Bapa yang Maha Kasih, kami bersyukur atas pendampingan dan kasih yang selalu mengalir dalam hidup kami. Tumbuhkanlah kesadaran kepada kami, agar kami mengenali kehadiran kasih tersebut dalam kehidupan kami. Semoga kami akhirnya semakin total untuk mempersembahkan diri kepada-Mu dan mengasihi sesama kami. Demi Kristus, Tuhan dan penyelamat kami, Amin.

BERIMAN ADALAH SUATU TINDAKAN

BERIMAN ADALAH SUATU TINDAKAN

 

Peringatan wajib St. Bernardus

Hak 11:29-39a

Mat 22:1-14

Setiap pribadi dipanggil untuk mengalami keselamatan dalam Kerajaan Surga. Panggilan tersebut membutuhkan jawaban dan kemauan menghayati panggilan tersebut. Dengan demikian jawaban “Ya” untuk menerima panggilan sebagai murid Kristus saja belumlah cukup. Jawaban tersebut perlu dibuktikan dalam kerelaan untuk mengikuti Yesus dengan melakukan nilai-nilai yang diajakan oleh Yesus.

Pada akhirnya jawaban kita atas panggilan menjadi murid Kristus ditunjukkan dengan tindakan yaitu banyak perbuatan kasih. Ukuran kepantasan yang dipakai adalah seberapa besar pengurbanan seseorang yang mau dengan tulus menyesuaikan tingkah-lakunya dengan Yesus Kristus dalam pikiran, hati dan tindakannya.

Iman adalah jawaban aktif. Iman bukan sebatas pengakuan dan persetujuan namun iman adalah keputusan bebas untuk bertindak dan berbuat sesuatu sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh Tuhan. Oleh karena itu iman tanpa perbuatan tidak ada artinya apa-apa (jika tidak dihayati). Ketika iman hanya dipandang sebagai “formalitas” maka orang akan hidup dalam kemunafikan. Orang yang munafik akan memakai dan memanfaatkan kata-kata bijak/rohani untuk mencapai kepentingannya sendiri dan sekaligus untuk menutupi semua kejahatannya.

Tuhan Yesus mengajak para muridNya untuk selalu berusaha dan berjuang semakin serupa dengan diri Nya. Semoga iman kepada Yesus Kristus membuat kita semakin berani untuk berkurban demi kebaikan dan kemuliaan Allah sendiri.

Allah yang Maha kasih, kami bersyukur kepada Mu. Engkau telah memilih kami yang lemah dan berdosa ini untuk menjadi murid Mu. Bimbinglah kami untuk memahami kehendak dan rencana Mu atas hidup kami, agar kami bisa berjalan seturut dengan kehendak Mu. Demi Kristus Tuhan dan penyelamat kami. Amin.

RENDAH HATI SYARAT UTAMA

RENDAH HATI SYARAT UTAMA

 

St. Yohanes Eudes,St Ezekhiel Moreno, St Guerikus

Hak 9:6-15

Mat 20:1-16a

Kualitas dalam mengikuti Yesus Kristus bukan diukur lamanya sesorang dibaptis, namun kualitas hidupnya, apakah orang tersebut setia dalam mejalani nilai-nilai/keutamaan-keutamaan Injil. Orang yang sudah lama mengikuti Kristus, dengan orang yang baru mengikuti Kristus, memiliki hak yang sama, yaitu mengalami kasih, berkat-berkat Tuhan dan keselamatan kekal.

Perubahan yang semakin jelas setelah mengikuti Yesus Kristus adalah orang tersebut semakin rendah hati dan murah hati. Jika orang masih bertegar pada kesombongannya dan tetap tidak peduli dengan sesamanya yang menderita, maka belum layak untuk menyebut sebagai murid Kristus. Orang yang sombong tidak akan bisa bertahan untuk setia menjadi murid Kristus, karena yang dilakukannya bertentangan dengan apa yang diajarkan Yesus Kristus.

Buah yang pertama dihasilkan orang beriman atau orang yang mengikuti Kristus adalah kerendahan hati. Sebelum orang bisa mencapai sikap ini, ia tidak akan bisa menemukan ketentraman hati dan juga persatuan dengan Yesus Kristus. Tantangannya kalau orang mau menjadi rendah hati, ia harus menyangkal diri dan mengosongkan diri dari segala keinginan-keinginan pribadi. Apakah itu mudah? Pasti sulit dan butuh pengurbanan. Itu adalah pilihan, jika mau mengikuti Kristus, syaratnya mau berkurban.

Tuhan Yesus yang Maha kasih, kami bersyukur menerima panggilan sebagai murid-murid Mu. Suatu tantangan yang harus kami ambil adalah menjadi rendah hati. Tolonglah kami ya Tuhan untuk menjadikan kami semakin berani mengosongkan diri, agar kerendahan hati ada dalam diri kami. Akhirnya kami pun akan siap untuk mewartakan kebaikanMu kepada sesama kami. Demi Kristus Tuhan dan penyelamat kami. Amin.

Menjadi Murid Kristus

Menjadi Murid Kristus

St. Helena, St Yohana Delanoue, Gervasius Brunel dkk.

 

Hak 6:11-24a

Mat 19:23-30

 

Siapakah yang layak menjadi mengikut Kristus? Siapa yang siap mengikuti Kristus adalah mereka yang tidak lagi terlekat dengan hal-hal duniawi. Di dunia sekalipun ia memiliki segala-galanya, namun semua itu bukan menjadi tujuannya. Tujuan akhir hidup manusia adalah kehidupan kekal. Oleh karena itu suatu sikap bijak jika seseorang memandang semua fasilitas dan harta-benda tersebut hanyalah sarana untuk bisa semakin dekat dengan Tuhan.

 

Jika segala fasilitas, barang-barang dan kesenangan-kesenangan yang dimiliki manusia justru menjadi penghambat, maka apa artinya semua itu bagi manusia tersebut? Tujuan hidup bukan di sini, tetapi kita menuju pada kehidupan Kekal. Maka yang perlu disiapkan adalah bekal untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga, yaitu iman pada Tuhan Yesus Kristus dan menghayati iman tersebut dalam kehidupan nyata.

 

Perjalanan manusia menuju tujuan hidupnya memiliki tantangan. Tantangan tersebut ada dalam dirinya sendiri yaitu sikap kesombongan. Manusia jatuh dalam kesombongan jika ia tidak menyadari siapa dirinya dihadapan Allah; yaitu merasa tidak lagi membutuhkan Tuhan. Tidak menyadari bahwa segala yang ia peroleh dan kemewahan yang dimilikinya akan usang dan akan ditinggalkan di dunia ini. Dengan demikian menjadi murid Kristus perlu siap menyangkal diri dan dengan tulus mengikuti Yesus Kristus.

 

Tuhan Yesus yang Maha Kasih, trima kasih atas anugerah panggilan sebagai murid Mu. Hadirlah selalu dalam diri kami, agar hati, pikiran dan tindakan kami bisa selaras dengan kehendak dan rencana Mu, Demi Kristus, Tuhan dan penyelamat kami. Amin

 

Hari Raya Kemerdekaan Indonesia

Hari Raya Kemerdekaan Indonesia

Senin, 17 Agustus 2015

 

Sir 10:1-8

1Ptr 2:13-17

Mat 22:15-21

Tuhan menempatkan kita disuatu tempat, daerah dan Negara tertentu. Di tempat itu kita bisa hidup, tinggal dan berkembang. Namun tidak berhenti disitu saja, karena Tuhan memberikan kepercayaan selama hidup, untuk mengembangkan iman dalam masyarakat. Penghayatan iman yang benar akan memberikan dampak yang positif untuk perdamaian dan kesejahteraan masyakat dan dunia. Karena apa? Iman bukan sebatas norma-norma dogmatis yang dihafal namun iman adalah daya yang mengalirkan kasih persaudaraan, kasih, pengampunan, kejujuran, keadilan dll.

Kehadiran orang beriman dengan demikian menjadi “garam dan terang” dunia. Mereka menjadi pribadi yang mampu memancarkan kebaikan dan menarik banyak orang untuk berubah menjadi semakin baik. Semakin orang beriman maka ia juga semakin sadar dan bertanggung jawab pada persoalan-persoalan sosial yang ada dan berani mengambil sikap dan bertindak untuk mengatasi persoalan yang ada. Tidak selayaknya orang beriman bersikap “acuh tak acuh” terhadap persoalan yang ada dalam masyarakat atau dalam suatu negara. Orang beriman adalah orang yang dipenuhi dengan Kasih Allah. Dengan demikian ia manjadi “sakramen” artinya menjadi tanda dan sarana keselamatan hadir di muka bumi ini.

Dalam rangka HUT RI yang ke – 70, sudah selayaknya kita bertanya; Bagaimana dampak kehadiran kita bagi masyarakat dan negara ini? Apakah kehadiran kita bisa menjadi inspirasi bagi orang lain dan bahwa bahkan bisa mengajak orang untuk berubah menjadi semakin baik dan bijaksana. Akan ada keharmonisan antara manusia dengan Allah dan antar dirinya sendiri dengan sesama dan alam yang ada disekitarnya.

Tuhan Yesus yang Maha Kasih, kami bersyukur atas kebaikanMu bagi seluruh Rakyat Indonesia yang sedang merayakan HUT Kemerdekan Indonesia. Kami mohon tanamkanlah kepada kami berani mengisi kehidupan dengan banyak berbuat kasih. Demi Kristus Tuhan dan mengantara kami, Amin.

Translate »