Browsed by
Month: November 2015

Penghakiman Allah

Penghakiman Allah

5 Nopember 2015

Bacaan I : Roma 14: 7-12

Injil : Lukas 15: 1-10

Penghakiman Allah

“Demikianlah masing-masing di antara kita akan memberi pertanggungjawaban kepada Allah tentang dirinya sendiri”. Kita sungguh yakin akan hal ini. Dan saat ini akan terjadi satu kali dalam hidup kita yaitu saat kita menghadap tahta Allah. Saat ini tak dapat dielakkan. Semua orang pasti akan mengalaminya. Namun Allah tak pernah menghakimi kita menurut apa yang kelihatan. Sebaliknya Allah mengkami kita menurut kasih setiaNya. Jika Allah saja menghakimi kita menurut kasih setiaNya, lantas mengapa kita terkadang terlalu mudah tergoda menghakimi sesama kita hanya berdasarkan sekilas pandangan mata? Apa yang kita lihat sering kali tidak sesuai dengan kenyataan. Hal ini pulalah yang diungkapkan oleh orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat.

Pengarang Injil Lukas mengatakan demikian “maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya, “Orang ini menerima orang-orang berdosa dan makan bersama dengan mereka”. Namun Tuhan Yesus tidak bergeming dan risih mendengar perkataan ini. Tuhan tahu setiap orang memiliki alasan untuk melakukan sebuah tindakan. Tuhan juga tahu bahwa setiaporang punya hak untuk diperlakukan secara baik dan manusiawi terlepas dari setiap kesalahan yang mereka buat. Selain itu, setiap orang juga punya hal untuk disapa maupun didekati oleh Tuhan. Bersyukurlah kita bahwa Tuhan kita bukan Tuhan yang gila hormat, sebaliknya Ia sangat manusiawi dan sungguh mengerti kelemahan kita. Maka ia pun juga sangat paham serta sungguh mengharapkan kita untuk mau kembali kepadaNya. Jangan pernah takut untuk datang kepada Tuhan sekalipun kita tahu kita ini banyak melakukan dosa dan kesalahan. Tuhan tidak pernah membenci maupun menolak kita. Ia selalu menerima kita. Tuhan tak pernah memperbaiki apa yang benar, sebaliknya Ia memperbaiki apa yang salah, apa yang rusak. Oleh karena itu, datanglah mendekat pada Tuhan. Jangan lari ataupun sungkan karena kita bersalah ataupun berdosa. Kerahiman Tuhan selalu mengatasi kerapuhan dan kelemahan kita. Amin. Tuhan memberkati.

Doa:

Tuhan terima kasih karena Engakau tak pernah menolak kami sekalipun kami berdosa dan bersalah di hadapanMu. Banyak dari perbuatan kami yang melukai hatiMu, karena itu ya Tuhan dalam luka-luka dan bilur-bilurMu kuatkanlah kami untuk tidak lagi jatuh dalam dosa. Dengan darahMu sendiri sucikanlah kami agar layak berada di hadapanMu. Amin.

Kasih Menyelamatkan

Kasih Menyelamatkan

4 Nopember 2015

Bacaan I : Roma 13: 8-10

Injil : Lukas 14: 25-33

Kasih Menyelamatkan

Sebagai seorang pengikut Kristus kita sekalian diajari oleh Tuhan, bahwa kesempurnaan kita terletak dalam kerelaan kita untuk mengasihi. Lawan dari kasih adalah kejahatan. Kitapun juga tahu bahwa akar dari kejahatan adalah cinta akan uang (materi). Karena terlalu cinta akan materi orang tega membunuh sesamanya. Karena cinta akan uang orang juga tega untuk menyakiti sesamanya. Dalam diri orang yang telah dikuasi oleh uang dan materi tak pernah terdapat kasih, karena kasih berasal dari Allah dan kasih tak pernah berbuat jahat kepada sesama manusia, demikianlah kata rasul Paulus. Maka sungguh benar apa yang dikatakan Tuhan dalam Injil yang kita baca dan dengarkan hari ini. “Setiap orang di antaramu yang tidak melepaskan diri dari segala miliknya, tidak dapat menjadi muridKu”.

Perkataan Tuhan ini mempertegas apa yang dikatakan oleh rasul Paulus di atas bahwa akar dari kejahatan adalah cinta akan uang (materi). Maka benar bahwa jika kita tidak mampu melepaskan diri dari materi yang kita miliki maka kita akan dikuasainya. Kita tidak lagi menyembah Tuhan sebaliknya menyembah materi. Jika kita telah menyembah materi maka segala daya upaya akan kita lakukan untuk memenuhi kehausan kita akan materi. Membunuh dan menyiksa orang lain pun akan kita lakukan demi materi. Maka benar sekali apa yang dikatakan Tuhan tadi bahwa “setiap orang di antaramu yang tidak melepaskan diri dari segala miliknya, tidak dapat menjadi muridKu”. Maka pantaslah kita mohon bantuan dari Tuhan agar kita dapat megambil jarak dari apapun yang kita miliki agar kita dapat menggunakannya demi kebaikan kita dan sesama kita. Amin. Tuhan memberkati.

Doa:

Allah Bapa kami, bantulah kami untuk tidak lekat pada apapun yang kami miliki. Bantulah kami untuk menyenangkan hatiMu dengan cara menggunakan apapun yang kami miliki untuk kebaikan kami dan sesama kami. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

Kasih Yang Sejati

Kasih Yang Sejati

3 Nopember 2015

Bacaan I : Roma 12: 5-16 a

Injil : Lukas 14: 15-24

Kasih Yang Sejati

Rasul Paulus berkata, “Kasihmu janganlah pura-pura! Apakah ada kasih yang pura-pura? Kalau kita menyimak perkataan santo Paulus ini tentu saja kita yakin bahwa ada kasih yang pura-pura. Kasih ini tidak diberikan dengan tulus namun karena suatu pamrih. Allah memberi kita tanpa pamrih. Hal itu dapat kita lihat dalam diri kita masing-masing. Allah memberi kita bakat yang berlainan dan tujuannya adalah satu, yaitu supaya kita bisa saling melengkapi. Hal ini sungguh nyata tampak dalam perkataan Rasul Paulus ini, “demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita”. Setiap karunia yang telah diberikan Tuhan ini hendaknya menjadi sarana bagi kita untuk bisa saling melengkapi dan saling mengasihi.

Karunia yang telah diberikan Tuhan bukan dimaksudkan untuk disimpan dan dinikmati sendiri, sebaliknya untuk dibagikan supaya orang lain di sekitar kita juga ikut merasakan kasih Tuhan lewat kemauan kita untuk berbagi. Melalui kerelaan kita untuk berbagi inilah kita telah mewujudkan kasih yang sejati. Kasih tak pernah meminta sebaliknya kasih selalu memberi. Mungkin kita bisa memberi tanpa mengasihi namun kita tak mungkin mengasihi tanpa memberi. Inti dari kasih adalah berbagi, maka bagikanlah karunia-karunia yang telah Tuhan berikan atas hidup kita.

Doa:

Ya Tuhan bantulah kami untuk selalu mau berbagi. Ajarilah kami bahwa kasihMu yang sungguh besar atas hidup kami perlu untuk kami bagikan supaya banyak orang bisa mengalami kasihMu lewat tindakan kami. Sadarkanlah kami bahwa kasih yang sejati hanya terwujud lewat kerelaan kami untuk membagikan kasih karuniaMu. Dalam nama Tuhan Yesus kami mohonkan doa ini. Amin.

Peringatan Arwah Mulia Semua Orang Beriman

Peringatan Arwah Mulia Semua Orang Beriman

2 Nopember 2015

Peringatan Arwah Mulia Semua Orang Beriman

Bacaan I : 2 Makabe 12: 43-45

Bacaan II : 1 Korintus 15: 12-34

Injil : Yohanes 6: 37-40

Hidup Kekal

Allah Bapa sedemikian mengasihi kita. Karena kasihNya maka ia menciptakan kita secitra dengan Dia. Allah menciptakan kita supaya kita bisa ikut merasakan kasihNya yang berlimpah. Setelah Ia menciptakan kita dalam dunia ini maka ia pun juga ingin memberi kita kehidupan kekal bersama dengan Dia setelah kehidupan kita di dunia ini berakhir. Iman kita ini menegaskan bahwa hidup kita tidak hanya berakhir di dunia ini namun masih ada kehidupan lain yang menanti kita. Kita juga percaya bahwa setelah kita mati, kitapun akan dibangkitkan bersama Kristus. Kita sungguh yakin akan hal ini karena iman kita akan Krristus, “sebab andaikata benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristuspun tidak dibangkitkan. Dan kalau Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaanmu.” Demikianlah kata Rasul santo Paulus.

Apa yang dikatakan oleh rasul Paulus ini sungguh benar. Jika kita tidak percaya kepada kebangkitan, lantas untuk apa kita beriman kepada Tuhan. Kalau kita tidak akan mengalami kebangkitan badan lantas untuk apakah kita hidup di dunia ini? Hal ini berarti kita hidup hanya untuk mati, kita lahir hanya untuk menantikan kematian. Kalau ini yang terjadi benar-benar sia-sialah hidup dan iman kita. Namun untunglah bahwa iman kita kepada Kristus menolong kita untuk percaya bahwa setelah keidupan ini masih ada kehidupan kekal yang menantikan kita. Hal inilah yang dikatakan oleh Tuhan, “Inilah kehendak BapaKu, yaitu supaya setiap orang yang melihat Anak dan percaya kepadaNya, beroleh hidup yang kekal. Berbahagialah kita yang mendapatkan janji ini dari Tuhan. Dengan demikian kita sungguh percaya bahwa kehidupan kekal itu sungguh nyata ada. Maka tugas kita saat ini adalah mendoakan setiap jiwa dalam api penyucian supaya mereka beroleh kebahagiaan kekal bersama Allah Bapa di surga. Amin.

Doa:

Tuhan Yesus Kristus, oleh karena dukacita yang Kau alami, dalam sengsaraMu di Taman Getsemani, di dalam penganiayaan dan pemahkotaanMu dengan duri, di jalan ke Kalvari, di dalam penyaliban dan kematianMu, berbelaskasihlah kepada jiwa-jiwa di Api Penyucian, dan terutama kepada mereka yang paling diabaikan. Bebaskanlah mereka dari penderitaan yang mereka tanggung. Panggillah mereka dan terimalah mereka ke dalam rangkulanMu yang paling membahagiakan di surga.

Bapa Kami …..Salam Maria…..

Berikanlah istirahat kekal kepada mereka, O Tuhan, dan biarkanlah terang yang abadi bersinar atas mereka. Semoga jiwa-jiwa orang beriman yang telah meninggal, karena belas kasihan Tuhan, beristirahat dalam damai. Amin.

Translate »