Kasih Yang Sejati

Kasih Yang Sejati

3 Nopember 2015

Bacaan I : Roma 12: 5-16 a

Injil : Lukas 14: 15-24

Kasih Yang Sejati

Rasul Paulus berkata, “Kasihmu janganlah pura-pura! Apakah ada kasih yang pura-pura? Kalau kita menyimak perkataan santo Paulus ini tentu saja kita yakin bahwa ada kasih yang pura-pura. Kasih ini tidak diberikan dengan tulus namun karena suatu pamrih. Allah memberi kita tanpa pamrih. Hal itu dapat kita lihat dalam diri kita masing-masing. Allah memberi kita bakat yang berlainan dan tujuannya adalah satu, yaitu supaya kita bisa saling melengkapi. Hal ini sungguh nyata tampak dalam perkataan Rasul Paulus ini, “demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita”. Setiap karunia yang telah diberikan Tuhan ini hendaknya menjadi sarana bagi kita untuk bisa saling melengkapi dan saling mengasihi.

Karunia yang telah diberikan Tuhan bukan dimaksudkan untuk disimpan dan dinikmati sendiri, sebaliknya untuk dibagikan supaya orang lain di sekitar kita juga ikut merasakan kasih Tuhan lewat kemauan kita untuk berbagi. Melalui kerelaan kita untuk berbagi inilah kita telah mewujudkan kasih yang sejati. Kasih tak pernah meminta sebaliknya kasih selalu memberi. Mungkin kita bisa memberi tanpa mengasihi namun kita tak mungkin mengasihi tanpa memberi. Inti dari kasih adalah berbagi, maka bagikanlah karunia-karunia yang telah Tuhan berikan atas hidup kita.

Doa:

Ya Tuhan bantulah kami untuk selalu mau berbagi. Ajarilah kami bahwa kasihMu yang sungguh besar atas hidup kami perlu untuk kami bagikan supaya banyak orang bisa mengalami kasihMu lewat tindakan kami. Sadarkanlah kami bahwa kasih yang sejati hanya terwujud lewat kerelaan kami untuk membagikan kasih karuniaMu. Dalam nama Tuhan Yesus kami mohonkan doa ini. Amin.

One thought on “Kasih Yang Sejati

Comments are closed.

Comments are closed.
Translate »