Browsed by
Month: February 2016

BELAJAR RENDAH HATI

BELAJAR RENDAH HATI

Yes 58:9b-14

Luk 5:27-32

Yesus mengambil dan mengangkat Lewi menjadi salah satu muridNya yang kemudian berubah nama menjadi Matius. Mengapa Yesus memilih Lewi yang dikenal sebagai orang pemungut cukai, padahal pemungut cukai dimata masyarakat pada waktu itu dipandang negatif dan jahat. Yesus memiliki pandangan yang berbeda dengan pandangan manusia. Manusia adalah mahluk yang terbatas, tidak semua kebenaran bisa dimengerti oleh manusia. Karena keterbatasanya manusia cenderung mengadili dan memandang negatif sesamanya yang lemah.

Jika Tuhan menghendaki maka tidak ada yang mustahil. Tuhan bisa menjadikan lewi menjadi murid yang baik, sekalipun ia memiliki latar belakang yang buruk. Kasih dan kuasa Tuhan jauh lebih besar melampaui akal budi manusia yang kecil dan terbatas. Kasih Tuhan bisa mengubah orang yang berdosa menjadi orang yang penuh semangat dalam mewartakan Kerajaan Allah.

Maka yang penting adalah jangan sampai seseorang menjadi sombong. Karena Allah tahu siapa masing-masing pribadi manusia. Orang yang sombong adalah pribadi yang merasa lebih baik /hebat dari pada sesamanya. Orang yang sombong tidak akan bisa pernah menjadi pelayan Tuhan dalam diri sesamanya karena orang yang sombong justru ingin orang lain melayani dirinya sendiri.

Marilah berdoa,

Tuhan Yesus yang Maha Kasih, jarilah kami untuk menjadi pribadi yang rendah hati. Karena dengan sikap yang demikian kami akan lebih siap untuk menjadi pelayanMu dalam diri sesama kami, terutama mereka yang menderita. Dengan Rendah hati itu kami akan juga mampu merasakan kasih dan damai yang Engkau curahkan kepada kami. Dikaulah Tuhan dan penyelamat kami, Amin.

PUASA

PUASA

Yes 58:1-9a

Mat 9:14-15

Soal puasa, Yesus dan murid-muridNya ditentang oleh orang Farisi. Mengapa mereka tidak berpuasa saat waktu yang telah ditentukan oleh hukum/aturan mereka. Yesus tidak menolak soal puasa, tatapi Dia mengatakan ada saatnya murid-muridNya puasa yaitu ketika Guru mereka di salibkan /ditinggikan. Yesus mau mengajak para muridNya untuk menempatkan masa puasa dalam peristiwa sengsara, penderitaan dan wafat Nya, agar mereka mengerti arti penderitaan, pengurbanan yang dialami guru mereka demi penebusan dosa demi seluruh umat manusia.

Dengan demikian berpuasa bukan sebatas menjalankan kewajiban agama. Puasa adalah sarana untuk membangun pertobatan agar semakin dekat dengan Tuhan dan hidup benar dihadapanNya. Jika puasa dilandasari dengan kesadaran yang benar maka orang tidak akan merasa menjadi beban ketika berpuasa dan juga tidak merasa lebih baik dengan orang lain (sikap sombong). Sebaliknya puasa yang benar membuat orang semakin rendah hati, dan semakin peka akan kehadiran Tuhan.

Puasa juga merupakan kesempatan menyiapkan diri untuk merasakan Paskah. Paskah adalah perayaan yang Agung dimana Yesus Kristus bangkit untuk mengalahkan kuasa kegelapan dan menebus dosa-dosa manusia. Oleh karena itu untuk bisa merayakan dengan layak diperlukan persiapan yang baik. Dengan puasa orang diajak lebih fokus menghayati senggara, wafat dan kebangkitan Yesus.

Marilah berdoa,

Tuhan yang Maha Kasih, Engkau telah menunjukkan cinta Mu kepada kami lewat pengurbanan di atas kayu salib. Bimbinglah kami selalu agar kami selalu menyadari kebaikan Mu dan mampu hidup seturut dengan kehendak Mu. Sebab Engkau adalah Tuhan dan penyelamat kami, Amin.

Hari Orang Sakit Sedunia

Hari Orang Sakit Sedunia

Syarat Menjadi Murid Kristus

Hari Orang Sakit Sedunia

Ul 30:15-20

Luk 9:22-25

Yesus memberikan syarat bagi semua muridNya yang mau mengikuti Nya yaitu ; menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikutiNya. Yesus mengajak para muridNya untuk berpikir ulang tentang keputusannya menjadi murid Kristus agar mereka lebih sadar dan siap menerima segala sesuatu yang akan terjadi.

Menjadi murid Kristus bukan sesuatu yang bertujuan mencari kemudahan, fasilitas dan kesenangan. Menjadi murid Kristus memiliki tanggung jawab untuk menjadi saksi Kristus yang mewartakan kebenaran, keadilan dan cinta kasih. Ketika seseorang berusaha untuk menegakkan kebenaran maka pada saat itulah ia pertama-tama harus menghadapi dirinya sendiri/menyangkal diri untuk bisa lepas bebas dari segala kelekatan jasmani/duniawi.

Jika orang sudah mampu mengalahkan dirinya sendiri/ego maka orang akan mudah untuk bertindak benar, adil dan penuh dengan kemurahan; memperhatikan dan menolong sesama yang menderita, mengampuni, pengertian, lemah-lembut, membawa damai dan hidup penuh harapan. Itulah buah-buah yang dihasilkan orang yang percaya kepada Kristus. Sebaliknya orang akan hidup dalam ketidakpuasan dan penuh dengan kesesakan jika orang hanya hidup mengikuti keinginan-keinginannya sendiri.

Marialah berdoa,

Tuhan Yesus yang Maha Kasih, Engkaulah guru dan penyelamat kami. Ajarilah kami untuk bisa mengalahkan diri kami sendiri agar kami bisa dengan bebas melaksanakan kehendak Mu. Kami tidak mampu berjalan sendiri dan hanya Engkaulah yang mampu mendampingi dan menolang kami. Sebab Engkau Tuhan dan penyelamat kami. Amin.

Hari Rabu Abu, Hari Pantang dan Puasa

Hari Rabu Abu, Hari Pantang dan Puasa

Yl 2:12-18

Mat 6:1-6,16-18

Hari ini Gereja mengawali Masa Prapaskah dengan perayaan Rabu-Abu. Pada upacara ini seluruh umat diajak untuk menyadari akan kerapuhannya sebagai manusia yang sering jatuh dalam dosa dan sekaligus diajak untuk bertobat serta kembali menempatkan Allah sebagai pusat hidupnya. Pertobatan adalah jalan untuk menerima pengampunan dan belas-kasih Allah. Semua orang yang bertobat akan menerima rahmat pengampunan dan pengudusan dari Allah.

Pertobatan tidak berhenti dalam perkataan tetapi yang terpenting adalah perubahan dalam tindakan. Oleh karena itu untuk membangun sikap tobat tersebut umat diajak untuk berpuasa dan berpantang. Tujuan puasa dan pantang adalah mengosongkan diri agar semakin dekat dan berpusat pada Allah. Dengan demikian puasa dan pantang tidak hanya soal mengurangi makanan tetapi menjadi sarana untuk bertobat, semakin memperhatikan kehidupan rohani dan semakin mencintai Allah.

Puasa dan pantang juga bukan dilakukan sekedar mejalankan kewajiban agama namun dengan puasa tersebut umat diajak untuk merasakan penderitaan Yesus Kristus yang telah berkurban sampai rela wafat di kayu salib demi menebus dosa-dosa manusia. Puasa dan pantang dengan demikian membuat orang bersatu dengan Kristus dan semakin memahami kasih Tuhan Yesus Kristus begitu besar kepada manusia serta semakin hidup dalam kebenaran seturut kehendak Allah.

Marialah berdoa:

Tuhan Yesus yang Maha Kasih, Engkau telah memberikan cinta Mu secara total kepada kami orang yang lemah ini. Mampukanlah kami untuk berani bertobat dan Bimbinglah kami selalu hidup dalam kasih dan semakin mampu membagikan belas-kasih Mu kepada sesama kami. Sebab Engkau adalah Tuhan dan penyelamat kami, Amin.

BELAJAR HIDUP DALAM KASIH

BELAJAR HIDUP DALAM KASIH

1 Raj 8:22-23,27-30

Mrk 7:1-13

Orang Farisi sangat ketat dalam melaksanakan aturan-aturan adat istiadat, namun mengabaikan nilai-nilai yang utama yaitu cinta kasih. Dengan demikian mereka lebih mengutamakan aturan yang dibuat manusia daripada hukum yang diberikan oleh Allah. Ketika manusia meletakkan kepentingannya diatas segala-galanya maka akan muncul ketidak-adilan karena hukum yang dibuat manusia tidaklah sempurna.

Allah adalah Kasih. Dari penghayatan Allah adalah Kasih maka orang akan menemukan kehidupan yang penuh damai. Kasih tidak pernah mengijinkan tindakan yang tidak adil dan sombong. Kasih membawa setiap pribadi pada kepenuhan suka cita. Kasih menjamin terwujudnya komunitas dan masyarakat hidup dalam kerukunan. Kasih mendorong setiap pribadi hidup dalam ketulusan hati dan peka pada penderitaan sesamanya.

Orang Farisi jatuh pada kesombongan karena hatinya jauh dari Allah. Jika jauh dari Allah maka mereka jauh juga dari kasih karena pada hakekatnya Allah adalah kasih. Mereka hidup dalam kemunafikan karena yang menjadi pusat hidupnya adalah dirinya sendiri. Berbeda ketika orang hidup dalam kasih maka yang menjadi pusat hidupnya adalah Allah sendiri. Hanya dengan pemahaman yang benar dan kedekatan dengan Allah saja orang bisa hidup dalam kasih yang tulus.

Marilah berdoa;

Allah Bapa yang Maha kasih, ajarilah kami untuk selalu hidup dalam kasih. Engkaulah tumpuan hidup kami. Bawalah kami untuk bisa memahami kehendak Mu dan siap untuk melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Translate ยป