Hari Rabu Abu, Hari Pantang dan Puasa

Hari Rabu Abu, Hari Pantang dan Puasa

Yl 2:12-18

Mat 6:1-6,16-18

Hari ini Gereja mengawali Masa Prapaskah dengan perayaan Rabu-Abu. Pada upacara ini seluruh umat diajak untuk menyadari akan kerapuhannya sebagai manusia yang sering jatuh dalam dosa dan sekaligus diajak untuk bertobat serta kembali menempatkan Allah sebagai pusat hidupnya. Pertobatan adalah jalan untuk menerima pengampunan dan belas-kasih Allah. Semua orang yang bertobat akan menerima rahmat pengampunan dan pengudusan dari Allah.

Pertobatan tidak berhenti dalam perkataan tetapi yang terpenting adalah perubahan dalam tindakan. Oleh karena itu untuk membangun sikap tobat tersebut umat diajak untuk berpuasa dan berpantang. Tujuan puasa dan pantang adalah mengosongkan diri agar semakin dekat dan berpusat pada Allah. Dengan demikian puasa dan pantang tidak hanya soal mengurangi makanan tetapi menjadi sarana untuk bertobat, semakin memperhatikan kehidupan rohani dan semakin mencintai Allah.

Puasa dan pantang juga bukan dilakukan sekedar mejalankan kewajiban agama namun dengan puasa tersebut umat diajak untuk merasakan penderitaan Yesus Kristus yang telah berkurban sampai rela wafat di kayu salib demi menebus dosa-dosa manusia. Puasa dan pantang dengan demikian membuat orang bersatu dengan Kristus dan semakin memahami kasih Tuhan Yesus Kristus begitu besar kepada manusia serta semakin hidup dalam kebenaran seturut kehendak Allah.

Marialah berdoa:

Tuhan Yesus yang Maha Kasih, Engkau telah memberikan cinta Mu secara total kepada kami orang yang lemah ini. Mampukanlah kami untuk berani bertobat dan Bimbinglah kami selalu hidup dalam kasih dan semakin mampu membagikan belas-kasih Mu kepada sesama kami. Sebab Engkau adalah Tuhan dan penyelamat kami, Amin.

Comments are closed.
Translate ยป