Browsed by
Month: April 2016

DAMAI DAN KESEMALATAN KEKAL

DAMAI DAN KESEMALATAN KEKAL

Selasa, 26 April 2016

 

Kis 14:19-28

Yoh 14:27-31a

Yesus menganugerahkan Damai Sejahtera kepada semua orang yang percaya kepada Nya. Apa yang dianugerahkan Yesus tidak sama dengan apa yang diberikan oleh dunia. Dunia memberikan kesenangan-kesenangan yang bersifat sementara namun Tuhan Yesus memberikan damai, suka-cita dan kehidupan yang bersifat kekal. Damai tersebut mengalir ketika orang berani bersandar, percaya kepada Yesus Kristus serta setia mengikuti jalan yang ditunjukkan Nya. Damai tersebut muncul bukan dari luar diri manusia tetapi dari dalam hati orang yang percaya.

Oleh karena itu, yang menjadi ukuran dunia dan Yesus berbeda. Dunia mengukur segalanya dengan cara duniawi sedangkan Tuhan Yesus secara surgawi. Dengan demikian, sebagai murid Kristus kemegahan secara duniawi bukanlah menjadi ukuran atau tanda Kasih Tuhan turun. Tanda Kasih Tuhan turun adalah kita bisa merasakan Damai sejahtera dan suka-cita dalam hidup. Belum tentu orang yang berlimpah harta dan kesenangan, otomatis ia merasakan Damai dan suka-cita di hati. Damai dan suka-cita diperoleh dari iman, harapan dan kasih yang digali dari relasi dengan Allah.

Ada suatu tantangan yang sering kali muncul dalam mencapai Damai dan Suka-cita yaitu hati yang keras dan sombong. Orang akan KESULITAN merasakan kehadiran Allah yang penuh kasih dan damai pada saat hati seseorang dipenuhi dengan keangkuhan dan kesombongan. Damai dari Kristus bisa muncul di dalam diri orang yang rendah hati, yang berani menyerahkan hidupnya untuk mengabdi kepada Allah. Orang yang rendah hati adalah pribadi yang siap menerima Damai dan suka-cita Allah dan keselamatan kekal.

Marilah berdoa:

Allah yang Maha Kasih, kami bersyukur atas segala kasih yang Engkau anugerahkan kepada kami. Bimbinglah kami agar memiliki sikap rendah hati sehingga kami siap menerima kasih Mu yang menumbuhkan Damai dalam hidup. Kami percaya bahwa kasih dan kehadiran Mu membawa kami menemukan damai dan keselamatan kekal. Sebab Dikaulah Allah dan Bapa kami yang hidup dan berkuasa bersama Putra dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang masa.

SIAP MENJADI PEWARTA

SIAP MENJADI PEWARTA

Senin, 25 April 2016

 

1 Ptr 5:5b-14

Mrk 16:15-20

Yesus mengutus kepada para muridNya: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk”. Tugas perutusan tersebut bukanlah suatu beban namun sebagai anugerah dan kesempatan yang diberikan Tuhan untuk ambil bagian dalam karya keselamatan. Kesempatan tersebut diberikan Tuhan Yesus karena para murid Nya dipercaya untuk menggemban tugas yang mulia; menghadirkan Kerajaan Allah di dunia.

Kita yang telah dibaptis telah diangkat menjadi murid-muridNya, maka tugas perutusan tersebut juga dianugerahkan kepada kita. Lewat kesaksian hidup, kita mewarkatan kebaikan Allah kepada sesama. Sekalipun sebagai manusia kita memiliki banyak kelemahan namun karena kasih Nya, Allah melibatkan kita untuk ambil bagian dalam karya kesematan Allah. Dengan demikian Allah menghargai dan memanggil serta memilih kita menjadi rekan kerja Nya.

Sudah layak dan sepantasnya kita menyambut dengan penuh iman dan syukur panggilan luhur yang dianugerahkan Tuhan tersebut. Dengan hidup baik, adil, jujur, dan murah hati seturut kehendak Allah, maka kita sudah masuk dalam Misi Yesus Kristus untuk mewartakan kasih dan kebaikan Allah kepada dunia. Menjadi murid Kristus dengan demikian bukan lagi mencari kemegahan dan kesenangan diri sendiri semata namun harus berani mengutamakan kehendak Allah. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Allah sendirilah yang akan berkerja dalam diri kita untuk melakukan kehedak Nya, asalkan kita berani bersandar, berserah dan percaya kepada Nya.

Marilah Berdoa:

Allah yang Maha Kasih, kami bersyukur atas anugerah panggilan yang Engkau anugerahkan kepada kami untuk menjadi pewarta kasih dan kebaikan Mu di dalam kehidupan di dunia. Kami sadar bahwa kami lemah dan berdosa, maka topanglah kami dengan kuasa Mu agar kami mampu melaksanakan perutusan agung tersebut dengan ketulusan hati. Demi Kristus Tuhan dan penyelamat kami, Amin.

Sabtu, 23 April, 2016

Sabtu, 23 April, 2016

 

Bacaan I               : Kis. 13: 44-52

Injil                         : Yoh. 14:7-14

 

Tidak selamanya orang dapat selalu hadir; ada kalanya ia mengutus utusannya sebagai wakil. Tak selamnaya pula orang perlu menampilkan diri; ia cukup mewakilkan dirinya lewat tindakannya. Demikian pula dengan Allah Bapa. Ia tak perlu hadir karena telah mengutus Yesus puteraNya untuk menyatakan kehadiranNya. Apapun yang dibuat oleh Yesus selalu menggambarkan Bapa. Apa yang dikatakan Yesus juga mewakili apa yang dikatakan Bapa. Kira-kira itulah pesan Yesus kepada kita. Yang Tuhan minta hanyalah sikap kita untuk mau percaya penuh padaNya. Bila kita menaruh percaya padaNya, hal ini berarti kita memberi kesempatan kepada Tuhan untuk mengerjakan karya agung dalam hidup kita. Semoga kitapun mampu untuk percaya kepada Yesus secara penuh. Kita sadar bahwa percaya kepada Tuhan secara penuh bukanlah hal yang mudah. Ada sekian banyak rintangan dalam diri kita untuk tidak mau percaya mengandalkan Tuhan. Sering kita lebih percaya pada kekuatan kita sendiri. Semoga Tuhan lewat kuasa penebusanNya menguatkan kita untuk hanya mau mengandalkan Tuhan dalam hidup kita. Amin. Tuhan memberkati.

Jumat, 22 April 2016

Jumat, 22 April 2016

 

Bacaan I               : Kis. 13: 26-33

Injil                         : Yoh. 14: 1-6

Banyak orang pandai meragukan Tuhan. Namun sebaliknya banyak orang terpelajar sungguh percaya pada Tuhan. Orang pandai dengan segala logika dan perhitungannya mengatakan bahwa Tuhan tidak dapat dibuktikan. Sebaliknya kaum terpelajar dengan nalar dan imannya membuktikan bahwa Tuhan sungguh ada, meskipun Ia tidak kelihatan. Apa yang ada tidak selamanya selalu kelihatan. Ada kalanya, sesuatu yang tak kelihatan justru sungguh memegang peranan penting dalam hidup kita. Hal-hal yang tak kelihatan itu justru mengendalikan hidup kita. Salah satu yang cukup besar kuasanya untuk mengendalikan hidup kita adalah surga. Memang surga tak kelihatan, namun surga sungguh telah menggerakkan banyak orang untuk hidup baik dan benar. Tujuannya adalah agar hidup kita tidak hanya berakhir di dunia, namun akan bertahan sampai kekal di surga. Apakah surga sungguh ada? Jika surga tidak ada buat apa Tuhan Yesus Kristus menjanjikannya dalam setiap ajaranNya? Surga adalah penggenapan atas hidup kita yang sementara ini.

Janji akan surga juga menjadi motor bagi kita. Surga adalah mesin penggerak bagi kita untuk mau dan terus berusaha menjaga hidup kita supaya selaras dengan kehendak Tuhan. Setiap tindakan baik dan benar yang kita lakukan adalah kunci yang telah disipkan Tuhan bagi kita untuk masuk dalam keabadian. Semoga rahmat Tuhan membuat kita selalu mampu untuk melakukan tindakan yag baik dan benar dalam hidup kita. Amin.

REFLEKSI KERAHIMAN ALLAH

REFLEKSI KERAHIMAN ALLAH

 

Suatu ketika sebuah pernyataan sederhana dari seorang sahabat cukup membuat saya berpikir dan berefleksi diri akan Iman kepercayaan saya akan kerahiman Tuhan. Kebetulan waktu itu Paskah baru memasuki minggu kedua setelah pesta kerahiman Ilahi. Penyataan sahabat tersebut berbunyi demikian “Saya sungguh tidak mengerti dan tidak percaya mengapa setiap kali merayakan kebangkitan Yesus yang jaya dengan luapan kegembiraan dan rasa syukur. Hari ini saya merasa sedih dan putus asa dan mulai bertanya lagi apakah saya sungguh percaya akan kerahimanNya yang menyelamatkan saya?” dan dia melanjutkan sambil memegang sebuah gambar kerahiman Ilahi; “ coba perhatikan gambar kerahiman Ilahi ini, tulisan dibawah ini indah sekali “ Jesus I trust in You ( Yesus, aku percaya kepadaMu), tapi kayaknya untuk mengambarkan apa yang saya alami hari ini saya bisa mengungkapkan “ Jesus I trust in You, but I don’t trust in myself to have courage to put my trust in You!.

Mengapa kita sulit untuk percaya? Firman Tuhan dalam injil Yohanes dalam diminggu-minggu ini banyak memperingatkan kita untuk meyadari nilai dari sikap percaya. Citra Gembala Baik berfokus pada bagaimana orang percaya menjadi selaras dengan suara Yesus yang memanggil domba-dombanya dan domba-dombanya mengenal suaranya dan mengikuti dia dengan setia dan tidak akan mendengarkan suara yang lain. Persoalannya adalah apakah kita benar-benar mendengarkan suaraNya yang hidup atau masalah lain? dan kebanyakan dari kita hidup setiap hari terjebak dalam tuntutan praktis dalam tugas dan kewajiban yang harus diselesaikan. Atau kita sangat terfokus hanya kepada perasaan dan kenangan mengganggu.

Yesus mengatakan, “Barang siapa percaya dan dibaptis akan diselamatkan.” “Percaya …supaya kamu tidak tinggal dalam kegelapan…Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang,supaya setiap orang yang datang kepadaKu jangan tinggal dalam kegelapan “ ( Yoh 12:46). Kalau kita bisa bertanya disini, kegelapan apa sebenarnya yang Yesus mau kita hindari? dari refleksi saya pribadi yang saya lihat berkesinambungan dengan pernyataan sahabat saya yang tersebut diatas, kegelapan ini adalah melambangkan keragu-raguan dan ketidakpercayaan kita yang menolak akan kerahimanNya yang nyata. Kembali kepada pernyataan sahabat saya itu, saya mengajak dia untuk mencari tahu tentang penjelasan gambar kerahiman Ilahi tersebut. Dan dari Diari Santa Faustina dijelaskan bahawa Gambar ini tidak hanya mengungkapkan Kerahiman Ilahi, tetapi juga menjadi tanda untuk mengingatkan kewajiban kristiani, yakni berserah kepada Allah dan aktif mengasihi sesama. Berkat kehendak Kristus, gambar ini disertai tulisan “Yesus, Aku Percaya Kepada-Mu.” Yesus juga menjelaskan, “Gambar itu dimaksudkan untuk mengingatkan orang akan tuntutan-tuntutan kerahiman-Ku sebab bahkan iman yang paling kuat pun akan sia-sia kalau tidak disertai dengan perbuatan”.

Tanpa iman, ini tidak berarti, ini menuntut keterbukaan kita untuk bekerjasama dengan rahmat Tuhan. Karena itu kita patut bersyukur karena kerahiman Allah yang besar yang mengutus Yesus menjadi manusia sama seperti kita. karena Yesus, kita dapat berjumpa dengan Allah dalam istilah manusia. Yesus adalah wajah Allah, dan hidup, persahabatan intim dengan Dia adalah mungkin. Barangsiapa melihat Aku ,ia telah melihat Bapa yang mengutus Aku sabda Tuhan.

Dan seperti semua persahabatan nyata dan benar, kita bertumbuh dalam kasih melalui trial and error, konflik dan resolusi, tidak adanya dan kehadiran, bahkan keterasingan dan pemulihan pada tingkat yang lebih dalam. Kita sering menemukan diri kita dalam ketegangan atau tantangan, tidak tahu bagaimana hal-hal akan bekerja keluar. Demikian juga dalam persahabatan dengan Allah, Yesus mau mengajar kita untuk berkata Yesus aku percaya kepada-Mu sampai pada kedalaman lubukhati kita dan meresap keseluruh ada kita dalam kesadaran bahwa Dia datang supaya kita selamat.

Translate »