Browsed by
Month: March 2017

The Golder Rule

The Golder Rule

Image result for golden rule

Golden Rule tidak hanya khas milik orang Kristen. Dalam tradisi kuno sebelum Yesus,  ajaran “Aturan Emas” juga pernah disebutkan. Homer dalam Odyssey (700 SM) berkata, “Aku berfikir dan berencana untukmu sama seperti aku akan melakukannya untukku sendiri.” Sebuah text dari Mesir (500 SM) berkata, “Apa yang kamu benci  dikakukan padamu, jangan lakukan pada orang lain.” Confusius juga bilang, “Jangan lakukan pad aorang apa yang kamu tak ingin mereka lakukan padamu.”

Apa istimewanya ajaran Yesus tentang Golden Rule ?  Ajaran Yesus tentang Golder rule  ditempatkan dalam ajaran agar manusia menjadi seperti Allah Bapa yang baik hati. Dia memberi matahari pada orang baik dan orang jahat. Yesus membangingkan kalau kita manusia yang jahat saja akan memberi yang baik pada anak-anak kita, tentulah Tuhan akan memberi pada kita yang memohon padaNya. Kalau kita sudah pernah mengalami kebaikan Allah yang luar biasa, tentu kita juga akan mengasihi orang-orang yang memohon belas kasih kita.

Ajaran Aturan Emas mendasari bagaimana orang bisa menjalankan prinsip-prinsip keadilan dalam hidup. Bagaimana aku menghakimi orang lain? Jawabannya: kita hakimi seperti bagaimana saat orang lain juga menghakimi kita. Bagaimana aku memberi kasih? Jawabannya: sama seperti bagaimana kita ingin dikasihi orang lain pula.

Dalam kenyataannya, betapa susahnya menerapkan Golden Rule dalam hidup kita. Sering kali kita merasakan dan melihat bagaimana kelompok mayoritas bertindak semena-mena pada kelompok minoritas. Kelompok besar berpikir bahwa mereka punya hanya dan suara lebih dominan dari pada kelompok kecil. Orang yang berkuasa dan memiliki uang, memiliki lebih banyak kekuatan untuk berbuat apapun dibanding orang yang tak punya uang dan miskin. Akibatnya timbullah ketidakadilan hidup harian.

Namun demikian, hendaklah para pengikut Kristus terus tetap menjadikan Golden Rule sebagai sarana untuk memperjuangkan keadilan, menunjukkan kasih dan kemurahan hati, serta instrumen untuk memperbaiki relasi dengan orang lain menjadi lebih berkualitas.

Ester, Wanita Perkasa dari Persia

Ester, Wanita Perkasa dari Persia

 

Image result for queen esther

 

Tak banyak orang tahu kisah Ratu Esther. Seorang gadis Yahudi hidup di pembuangan Babilonia sekitar 500 tahun sebelum Yesus, dan berasal dari suku Benyamin. Sesudah kedua orang tuanya meninggal, Esther diadopsi oleh pamannya, Mardochai.

Kala itu Persia adalah kerajaan besar yang terbentang sepanjang India dan Iran dengan Rajanya Xerxes. Kala itu sang Raja marah besar karena istrinya Vasthi menolak hadir dalam undangan perjamuan makan para petinggi negara bagian. Raja menceraikan istrinya, dan memerintahkan para pegawai untuk mencari seorang gadis sebagai isterinya.Salah satu gadis yang dibawa kehadapan Raja adalah Esther. Kecantikan Ester mempesona Raja hingga Xerxes menjadikan dia istri.

Suatu kali paman Ester, Mardochai mendengar perkacapan orang-orang yang hendak memberontak di kerajaan Persia. Dia melaporkan pada Esther. Berita itu diteruskan pada sang Raja. Karena jasa Mardochai, dia diangkat menjadi pegawai kerajaan sehingga sang paman bisa tetap dekat dengan Esther.

Namun kehadiran Mardochai tak disukai oleh Aman, kaki tangan Raja Xerxes. Aman menemukan alasan untuk membunuh Mardochai karena dia melihat Mardochai tak membungkuk dan menghormat Aman, saat dia lewat di gerbang istana. Aman tahu bahwa Mardochai adalah seorang Yahudi. Karena kebenciannya, Aman ingin membunuh semua orang Yahudi yang berdiam di Persia, tak hanya Mardochai.

Ester berusaha menyelamatkan paman dan bangsanya dari kejahatan Aman. Esther mengundang Raja dan Aman dalam perjamuan makan. Esther tampil dihadapan Raja dan Xerxes amat bahagia melihat keangunan sang istri. Dia berjanji memberikan apapun permintaan Esther. Singkat kata, Esther mengisahkan kejahatan Aman dan usahnya untuk membunuh orang Yahudi. Akhirnya, Raja memerintahkan agar Aman digantung di tiang yang sebenarnya disiapkan untuk Mardochai. Raja juga mengeluarkan perintah pada setiap gubernur, memberi otorisasi orang Yahudi untuk membela diri bila ada penjahat yang akan menyerang dan mengancam hidup mereka.

Dalam kitab Perjanjian Lama, hanya ada 2 nama wanita yang dipakai sebagai judul kitab yaitu Ruth dan Ester. Dalam kitab Ester, kata “Yahwe” atau “Tuhan” tak pernah muncul sekalipun. Hanya ada kisah Ester yang berpuasa dan berdoa sebelum dia menghadap Raja untuk membela orang Yahudi. Puasa adalah sarana orang untuk menjadi dekat dengan Allah dan meminta perlindunganNya.

Kisa Ester menginspirasi orang Yahudi dan kamu wanita untuk berbuat sesuatu demi menyelamatkan orang lain. Tuhan bekerja dengan diam-diam. Itulah yang membuat kisah Esther tak memuat satupun kata “Tuhan”. Kalau anda punya waktu, bacalah kitab Esther ini, semoga menginspirasi kita untuk mendalami kisah perempuan pilihan Tuhan.

Lari dari Tuhan

Lari dari Tuhan

Image result for Yonah in the fish

Tuhan berkata, “Bangunlah Yunus, pergilah ke Niniveh dan berkotbahlah melawan mereka!” Namun apa yang terjadi? Yunus lari dari Allah dan menuju ke Tarshish. Dia turun ke Yoppa, menunggang kapal dan pergi menuju Tarshish untuk melarikan diri dari Tuhan.

Yunus berada jauh dari kota Niniveh, berjarak sekitar 750 km arah Timur Laut. Kota ini terletak di pinggir sungai Tigris, sekarang ini ada di sekitar Irak, sekitar 300 km arah Utara dari Bagdad. Sedangkan kota Tarshish yang dituju Yunus ada di wilayah Spanyol sekarang. Itu berarti, kota Niniveh  berjarak sekitar 3000 Km arah barat dari Tarshish.

Mengapa Yunus tidak mau diutus ke Niniveh? Karena dia tidak peduli keselamatan kota dan penduduknya. Dia juga tak ingin Allah peduli pada mereka. Dia tidak ingin mempertobatkan orang-orang kota itu sehingga Allah menghancurkan mereka. Yunus tak mau melihat Tuhan mengasihi orang Niniveh karena mereka adalah bangsa asing yang tak perlu dipedulikan.

Namun Tuhan tidak membiarkan orang Niniveh untuk terus berdosa. Namun Nabi yang diutus Allah tak mau bekerja sama denganNya.

Itulah KESABARAN Tuhan yang membiarkan Yunus lari ke Tarshish. Itulah KEBIJAKSANAAN Allah yang memberi Yunus kapal. Dan itulah KARYA Allah yang menghalau Yunus lewat badai agar tidak sampai ke Tarshish. Akhirnya, itulah KEBAIKAN Allah yang membuat Yunus tinggal 3 hari di perut ikan.

Tanda nabi Yunus adalah keinginan Allah untuk mengasihi semua orang dan tak mau membiarkan seorangpun binasa. Tuhan memerlukan nabi-nabi baru untuk bersedia diutus guna mempertobatkan sesama. Semoga kita tidak lari menjauh dari tugas itu. Kalaupun kita lari dan pergi, Jika Allah memanggil, kita tak akan pernah bisa menjauh dariNya.

Godaan

Godaan

 

Image result for temptation

Godaan datang setiap kali dan tak terhirdarkan dalam hidup manusia. Sering kali godaan menjadi tahap terakhir sebelum kita jatuh dalam dosa. Bahkan bagi orang yang skrupel, godaan yang datang sudah dianggap sebagai sebuah dosa. Dalam Perjanjian Baru, kata godaan muncul 21 kali, dan hanya 1 kata yang berarti doa. Jadi godaan itu bukan sebuah dosa sesungguhnya.

Perjanjian Lama mengaitkan godaan dengan ujian hati manusia oleh Allah. Kitab kebijaksanaan Sirakh 2:1-2 berkata, “Anakku, apabila engkau bersiap melayani Allah, bersedialah dirimu dalam pencobaa. Hendaklah hatimu tabah dan teguh.”  Tuhan menimbang hati manusia dan menguji untuk melihat terbuat dari apakah hati manusia ini? Allah menghendaki agar hati manusia tidak mudah rapuh dan hancur, tapi kuat dan tegar. Bahkan dalam awal kisah Godaan Yesus, Injil Mateus 4:1 mengatakan ” Maka Yesus dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun untuk dicobai Iblis.” Allah membiarkan Yesus sendiri digoda untuk menguji keteguhan hatiNya.

Godaan menolong kita untuk tahu dimanakah kita sungguh berdiri dan teguh. Hanya dengan menghadapi berbagai pilihan dan membuat pilihan bebas, kita menjadi tahu nilai apa yang kita sungguh percayai dan kita jalankan. Perjuangan mengalahkan godaan si jahat membawa kita pada pemahaman diri yang dalam. Hanya lewat godaan dan pilihan, kita menjadi tahu diri kita sendiri, apa yang sungguh kita dambakan dan yakini untuk dilakukan dalam hidup.

Godaan terlalu sering harus disertai air mata, peluh, dan kesulitan, tapi lewat semua itu kita tumbuh dewasa. Kehendak kuat untuk mengatasi godaan menjadikan jiwa kita besar dan kuat, kokoh dan tegar melebihi sebelumnya. Saat kita berhasil mengatasi satu atau dua godaan, kita tak akan ragu lagi untuk bisa mengalahkan godaan itu dengan bantuan rahmat Allah.

Masa pra Paskah ini adalah saat kita masuk dalam godaan dan latihan, melihat gerakan hati serta jujur mengakui kemana sebenarnya kita berdiri. Semoga kita tegar dan kuat juga makin mengasihi Allah dan sesama lebih dasyat lagi.

Butuh sentuhan yang menyembuhkan

Butuh sentuhan yang menyembuhkan

Sabtu, 4 Maret 2017

Butuh sentuhan yang menyembuhkan

Luk 5:27-32

Sekali peristiwa Yesus melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya, “Ikutlah Aku!” Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia. Lalu Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Yesus di rumahnya. Sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain ikut makan bersama-sama dengan Dia. Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, “Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit! Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.”

Bacaan injil hari mengetengahkan panggilan Yesus kepada pemungut cukai yang bernama Lewi untuk mengikuti Dia. Sikap sang Lewi dalam menanggapi panggilan Yesus sungguh menjadi contoh dari sebuah perubahan sikap hati yang total. Meninggalkan pekerjaan sebagai pemungut cukai dan mengikuti Yesus adalah salah satu perubahan yang tidak pernah dipikirkan oleh orang Yahudi. Kedudukan dan status sosial sebagai pemungut cukai bagi orang Yahudi adalah orang berdosa, karena mereka adalah kaki tangan orang-orang Roma dalam mengumpulkan pajak, oleh karena itu bagi mereka Yesus telah keliru memanggil Lewi. Dengan memanggil Lewi menjadi muridNya, Yesus sesungguhnya menunjukan kepada kita bagaimana Dia membongkar tembok prasangka dan kebencian terhadap orang-orang berdosa. Dia membuka pintu-pintu rahmat dan pengampunan kepadanya. Hanya orang yang mau bertobat mempunyai kesempatan untuk menjadi pengikut dan murid Yesus.

Orang Yahudi semakin keki lagi ketika mengetahui bahwa Yesus menghadiri jamuan makan yang diadakan oleh Lewi. Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, “Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa? Menanggapi pertanyaan orang-orang Farisi dan ahli-ahli taurat, Yesus justru menjelaskan misi kedatangaNya di dunia ini: “Ia datang memanggil orang-orang berdosa untuk bertobat. Kabar gembira diberikan kepada orang pendosa yang mau bertobat, daripada yang menganggap diri benar yang menutup diri akan rahmat Allah. Tidak ada seorang pun dapat mengklaim dirinya sebagai orang yang sempurna di hadapan Allah. Semua orang berdosa dan membutuhkan rahmat Allah. Kita diajak untuk menyadari keterbatasan kita dihadapan Allah. Kadang memang kita cenderung untuk membenarkan diri kita sendiri dan mencari kesalahan orang lain. Mungkin juga kita kadang cemburu akan kebaikan Tuhan kepada orang-orang yang kita anggap berdosa.

Mari dalam Masa prapaskah ini, kita diajak untuk menyadari diri kita bahwa sesungguhnya kita masih membutuhkan sentuhan kesembuhan dari Tuhan sendiri. Mari menjadi Lewi jaman ini, berani mengikuti Yesus dengan meninggalkan cara hidup lama kita dan mengenakan hidup baru dalam Yesus.

Translate »