Browsed by
Month: August 2017

Pesta Santo Laurensius, Diakon

Pesta Santo Laurensius, Diakon

Kamis, 10 Agustus 2017

Pesta Santo Laurensius, Diakon.

Bacaan I : 2 Korintus 9: 6-10

Injil : Yohanes 12: 24-26

Manjing, ajur, ajer, demikianlah pepatah dari para leluhur kita. Pepatah ini hendak mengatakan bahwa kita akan bisa hidup bersama dan menerima sesama jika kita mau berbaur dan hidup bersama orang-orang yang kita layani. Paus Fransiskus juga mengatakan hal kurang lebih hampir sama yaitu keinginannya agar para gembala “berbau doma” artinya agar para pelayan umat mau berbaur dengan umat yang mereka layani.

Pepatah manjing, ajur, ajer dan juga himbauan Paus Fransiskus agar “gembala berbau domba” ini sungguh tepat untuk menggambarkan Santo Laurensius. Dia adalah seorang diakon, seorang calon imam. Pada masa hidupnya seorang diakon diberi tugas untuk mendampingi para kaum papa miskin. Sebagai seorang diakon Laurensius sungguh menggemban tugasnya dengan baik. Ia sungguh-sungguh mendampingi orang-orang miskin yang dipercayakan kepadanya. Ia menganggap kaum papa miskin adalah harta kekayaan Gereja, oleh karena itulah iapun rela sampai menumpahkan darahnya untuk membela kaum papa miskin.

Sikap Santo Laurensius kiranya juga dapat memberi kita inspirasi untuk mau manjing, ajur dan ajer dalam setiap kegiatan yang kita lakukan. Kiranya pula berkat doa santo Laurensius kitapun mampu untuk menjalankan tugas-tugas yang dipercayakan kepada kita dengan hati yang tulus. Amin. Tuhan memberkati.

Doa:

Ya Tuhan Engkaulah pokok kepercayaan kami. Engkau pula yang telah mempercayakan kepada kami berbagai rahmat untuk kami gunakan. Bantulah kami ya Tuhan untuk menggunakan segenap rahmatMu dalam hidup kami untuk memuliakan namaMu terutama lewat karya kami untuk para saudara yang membutuhkan bantuan kami. Amin.

Berani Nekat

Berani Nekat

Rabu, 9 Agustus 2017

St. Teresia Benedicta dari Salib (Edith Stein)

Bacaan I : Bilangan 13: 1-2a.25-14:1.26.34-35

Injil : Matius 15: 21-26

Berani Nekat

Salah satu keutamaan Kristiani adalah keberanian. Berani bukan hanya berarti berani menghadapi musuh, berani berkelahi, berdebat dan lain sebagainya. Berani dapat juga diartikan berani nekat untuk memperjuangkan apa yang diharapkan, namun tentu saja dalam artian yang baik.

Dalam Injil yang disuguhkan oleh Gereja pada hari ini, kita disuguhi sebuah drama penolakan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus atas seorang perempuan Kanaan yang datang kepadaNya. Ia memohon dengan sangat supaya anaknya yang sakit disembuhkan. Namun kedatangannya seolah-olah diabaikan oleh Yesus dan para muridNya. Namun dengan berani perempuan itu tetap datang kepada Yesus dan tetap memohon supaya anaknya disembuhkan. Ia berani menghadapi penolakan. Ia juga berani menghadapi sebuah sikap yang tidak baik yang ditujukan kepadanya.

Perempuan Kanaan ini sungguh mengajari kita arti sebuah keberanian, terutama keberanian untuk memperjuangkan harapan kita, memperjuangkan apa yang baik dan benar dan bahkan memperjuangkan mimpi-mimpi kita. Di lain pihak perempuan ini juga memberi kita semangat untuk berani memperjuangkan nilai-nilai Kristiani, ajaran iman Kristiani yang terkadang mendapatkan banyak tantangan. Namun jika kita berani memperjuangkan apa yang baik dan benar tentu Tuhan menyertai kita sebagaimana Tuhan mengabulkan permohonan dari perempaun Kanaan tersebut. Amin. Tuhan memberkati.

Doa:

Ya Tuhan terkadang kami kurang berani memperjuangkan, menunjukkan iman Kristiani kami kepada sesama kami karena kami takut ditolak. Mampukan kami ya Tuhan supaya berani memperjuangkan apa yang baik dan benar seturut ajaranMu dalam hidup kami. Doa ini kami panjatkan dengan segenap hati dalam nama Yesus Tuhan kami. Amin.

Menjaga Pikiran

Menjaga Pikiran

Selasa 8 Agustus 2017

PW. St. Dominikus

Bacaan I : Bilangan 12: 1-13

Injil : Matius 15: 1-2.10-14

Menjaga Pikiran

Terkadang, hidup seorang anak manusia dikorbankan hanya untuk memenuhi sebuah ambisi. Ambisi itu bisa berupa kesalehan, bisa berupa peraturan ataupun hal-hal lahiriah lainnya. Harga nyawa seorang anak manusia dapat diukur berdasarkan nilai-nilai material, menguntungkan atau tidak menguntungkan. Jika menguntungkan maka akan dipertahankan, jika tidak maka akan dilenyapkan. Kejadian-kejadian nyata untuk menggambarkan keadaan di atas sungguh ada dalam kehidupan masyarakat kita. Misalnya, seorang anak yang lahir cacat dan tak berdaya dibuang oleh orangtuanya, harapannya agar dia mati atau ada orang yang menemukannya dan merawatnya. Gambaran lain adalah keadaan yang dialami oleh orang yang telah lanjut usia. Karena dianggap membebani maka orang yang telah lanjut usia itu “dibuang” dan ditinggalkan harapannya agar ia meninggal dan tidak membebani lagi. Terkadang pemikiran yang sangat materialis ini juga menjangkiti kita umat Kristiani. Pemikiran-pemikiran seperti inilah yang membuat kita menjadi najis. Kita najis bukan karena apa yang kita makan, namun apa yang kita keluarkan dari pikiran kita dan berbuah pada tindakan kita yang tidak terpuji. Tindakan-tindakan hasil pemikiran kita itulah yang membuat kita menjadi najis.

Tuhan Yesus mengajari kita sungguh sangat keras berkaitan dengan hal ini. Ia sungguh menekankan bahwa perbuatan-perbuatan kitalah yang membuat kita najis, bukan apa yang kita makan. Maka sebagai pengikut Kristus kita perlu menyadari pemikiran ini “berhati-hatilah dengan pikiranmu; karena apa yang kamu pikirkan membentuk tindakanmu, tindakanmu membentuk kebiasaanmu, kebiasaanmu membentuk karaktermu dan karaktermu membentuk pikiranmu”. Segala hal yang kita lakukan itulah yang membuat kita layak atau tidak layak, najis atau tidak najis. Kita sekalian dibenarkan bukan hanya karena iman, namun juga kerena tindakan kita. Kita layak di hadapan Tuhan bukan hanya karena kita mengimani Dia namun karena kita mau mengamalkan iman kita dalam tindakan kita. Amin. Tuhan memberkati.

Doa:

Allah Bapa di surga, berilah kami kekuatan untuk selalu menjaga dan mengolah pikiran kami, arahkanlah pikiran kami kepada hal-hal yang benar, luhur dan mulia hingga setiap perbuatan kamipun menghasilkan keselamatan bagi kami maupun sesama kami. Ini semua kami mohon dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.

Menjadi Manusiawi

Menjadi Manusiawi

Senin 7 Agustus 2017

Bacaan I : Bilangan 11: 4b-15

Injil : Matius 14: 13-21

Menjadi Manusiawi

Belas kasih, peduli, dan kasih adalah pilar-pilar yang perlu kita bangun dalam diri kita agar kita menjadi manusiawi. Demikianlah ajaran dari Loknath, seorang bijak bestari. Ia menyadari bahwa kita sungguh-sungguh manusia yang berperikemanusiaan selama kita memiliki belas kasih, peduli, dan kasih. Ketiga pilar ini membuat kita mudah untuk tergerak mengulurkan tangan kita guna memberikan bantuan bagi yang membutuhkan.

Dalam Injil yang kita baca hari ini, Santo Matius mengisahkan perjalanan Tuhan Yesus. Dalam perjalanan itu Ia sungguh tergerak untuk memberikan pertolongan bagi orang-orang yang datang untuk mendengarkan Dia. Oleh karena itu, saat Ia melihat orang-orang yang mendengarkan Dia tertimpa kelaparan, maka Ia tergerak untuk mengatasi situasi itu. Kita sungguh yakin sebagai Tuhan Ia mampu membuat mujizat. Namun apa yang Ia lakukan sungguh di luar dugaan. Ia menggerakkan murid-muridNya, dan Ia meminta merekalah yang memberi orang-orang itu makanan. Namun yang ada pada mereka hanya lima roti dan dua ikan. Tapi alangkah ajaibnya bahwa lima roti dan dua ikan itu diubah sehingga bisa memberi makan banyak orang. Kerelaan para murid dan juga belas kasih Tuhan Yesus mampu mengubah apa yang kecil menjadi berkat bagi banyak orang. Dari kisah Tuhan Yesus dan para murid ini kita sungguh belajar bahwa belas kasih, peduli dan kasih sungguh merupakan kekuatan yang dahsyat, kekuatan yang mampu mengubah apa yang kecil menjadi berkat. Kiranya kitapun juga mohon kepada Tuhan agar Ia pun senantiasa memberi kita kekuatan untuk mengasah belas kasih, peduli dan kasih dalam diri kita; dengan demikian kitapun mampu mengubah hal-hal kecil yang ada dalam diri kita menjadi berkat bagi kehidupan kita maupun sesama kita. Amin. Tuhan memberkati.

Doa:

Ya Allah Tritunggal yang Mahakudus, kami sungguh bersyukur untuk setiap rahmat yang telah Engkau berikan kepada kami. Bantulah kami ya Tuhan untuk mengolah setiap rahmat yang kami terima dariMu menjadi berkat bagi sesama kami karena sikap belas kasih, peduli, dan kasih yang Engkau tanamkan dalam diri kami. Doa ini kami sampaikan kepadaMu dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.

Translate »