Berani Nekat
Rabu, 9 Agustus 2017
St. Teresia Benedicta dari Salib (Edith Stein)
Bacaan I : Bilangan 13: 1-2a.25-14:1.26.34-35
Injil : Matius 15: 21-26
Berani Nekat
Salah satu keutamaan Kristiani adalah keberanian. Berani bukan hanya berarti berani menghadapi musuh, berani berkelahi, berdebat dan lain sebagainya. Berani dapat juga diartikan berani nekat untuk memperjuangkan apa yang diharapkan, namun tentu saja dalam artian yang baik.
Dalam Injil yang disuguhkan oleh Gereja pada hari ini, kita disuguhi sebuah drama penolakan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus atas seorang perempuan Kanaan yang datang kepadaNya. Ia memohon dengan sangat supaya anaknya yang sakit disembuhkan. Namun kedatangannya seolah-olah diabaikan oleh Yesus dan para muridNya. Namun dengan berani perempuan itu tetap datang kepada Yesus dan tetap memohon supaya anaknya disembuhkan. Ia berani menghadapi penolakan. Ia juga berani menghadapi sebuah sikap yang tidak baik yang ditujukan kepadanya.
Perempuan Kanaan ini sungguh mengajari kita arti sebuah keberanian, terutama keberanian untuk memperjuangkan harapan kita, memperjuangkan apa yang baik dan benar dan bahkan memperjuangkan mimpi-mimpi kita. Di lain pihak perempuan ini juga memberi kita semangat untuk berani memperjuangkan nilai-nilai Kristiani, ajaran iman Kristiani yang terkadang mendapatkan banyak tantangan. Namun jika kita berani memperjuangkan apa yang baik dan benar tentu Tuhan menyertai kita sebagaimana Tuhan mengabulkan permohonan dari perempaun Kanaan tersebut. Amin. Tuhan memberkati.
Doa:
Ya Tuhan terkadang kami kurang berani memperjuangkan, menunjukkan iman Kristiani kami kepada sesama kami karena kami takut ditolak. Mampukan kami ya Tuhan supaya berani memperjuangkan apa yang baik dan benar seturut ajaranMu dalam hidup kami. Doa ini kami panjatkan dengan segenap hati dalam nama Yesus Tuhan kami. Amin.