Browsed by
Month: August 2021

KERAJAAN ALLAH

KERAJAAN ALLAH

Selasa, 3 Agustus 2021

Matius 14: 22-36

            Setiap orang beriman kepada Kristus diutus untuk berjalan melewati peristiwa demi peristiwa hidup dangan suatu Misi; menghadirkan Kerajaan Allah. “Pergilah dan beritakanlah Kerajaan Sorga  sudah dekat.”(Mat 10:7). Seseorang bisa mewartakan Kerajaan Allah kepada orang lain, jika ia sendiri sudah yakin dan percaya bahwa Yesus Kristus telah datang menjumpai umat-Nya, dan telah menebus dosa-dosa mereka. Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih, di dalam Di akita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.”(Kolose1:13-14). Dan dengan keyakinanan tersebut, seseorang mengalami kemurahan Tuhan di dalam hidupnya. Bagaimana agar seseorang bisa percaya akan hal itu semua?

            Yesus Kristus mengajak para murid-Nya untuk belajar percaya dari seorang anak kecil, dalam hal kerendahan hati, penyerahan diri dan kesetiaan agar seseorang bisa melihat dengan hatinya akan kehadiran Tuhan yang baik dan peduli kepada manusia. “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.”(Mrk 10:15). Bagaimana mengukur seseorang memiliki kerendahan hati, ketaatan dan kesetiaan? Tidak ada ukuran apapun selain Allah sendiri yang bisa mengukurnya. Oleh karena itu iman benar-benar suatu anugerah khusus dari Allah. Kepada siapa, Dia memberikan, hanya Dia yang bisa menentukan. Dan orang yang bisa memahami ini, semua juga karena Roh Kudus sendiri yang membimbingnya. “Pada waktu itu berkatakan Yesus: “Aku beryukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.”(Mat 11:25).

            Jika seseorang belum yakin dan percaya akan kebaikan Allah lewat Putera-Nya Yesus Kristus, sekali-kali ia tidak akan bisa menerima sepenuhnya Kerajaan Allah. Para murid diajak terus untuk pertama-tama mengatasi kebimbangan yang ada di dalam dirinya, agar dengan bebas dan tanpa beban mereka bisa menyerahkan hidupnya kepada Tuhan, dan siap untuk mewartakan kerajaan Allah dimana mereka diutus. “Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”(Mat 14:31). Keraguan dan kebimbangan akan membawa seseorang pada kesulitan yang semakin besar, sedangkan iman akan Kristus membawa ketenangan, damai, dan keselamatan. Oleh karena itu sebelum yang lain, seseorang seharusnya mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya dahulu, dan jawabannya ada di dalam diri Yesus Kristus. “Tetapi carilah  dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”(Mat 6:33). Yesus Kristus sendiri sudah mengatakan bahwa di dalam diri-Nya sebagai tanda kehadiran Kerajaan Allah. “Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Akkah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.”(Mat 19:24).

                                                                                                                                    Serawai, Rm. Didik, CM

MELIHAT DENGAN HATI

MELIHAT DENGAN HATI

Senin, 2 Agustus 2021

Matius 14:13-21

            Yesus mengadakan mujizat menggadakan lima buah roti dan dua ekor ikan untuk lima ribu orang lebih dan setelah selesai semua makan dengan kenyang masih tersisa dua belas bakul penuh. Di samping itu, Yesus juga sudah membuat banyak mujizat yang lain; menyembuhkan orang sakit, membebaskan orang dari cengkraman roh jahat, mengubah air menjadi anggur, menghidupkan  kembali orang mati, dll. Apa yang menggerakkan Yesus melakukan hal-hal itu? Yesus melakukan semuanya itu karena belas kasih-Nya kepada manusia, dan agar mereka yang melihat dan mendengarkan-Nya, bisa percaya kepada Yesus Sang Mesias. “Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.”(Mat 14:

            Yesus menyatakan belas kasihan bukan hanya dengan kata-kata tetapi juga dalam tindakan. Dengan cara demikian diharapkan bahwa  mereka yang mencari dan datang kepada-Nya bukan hanya kagum dan hanya terdorong oleh kebutuhan jasmani ( makan, minum ), namun juga terdorong untuk percaya dan mengikuti jalan-Nya. Yesus menjawab mereka: : ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kau telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.” (Yoh 6: 26). Jika seseorang bisa melihat tanda dibalik semua yang telah dilakukan oleh Yesus, maka ia akan menerima anugerah keselamatan. “Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.”(Yoh 6:27).

            Seseorang bisa melihat “tanda” belas kasih Allah jika ia memiliki kemampuan untuk melihat dengan hatinya. Artinya, melihat bukan dengan mata fisik manusia, namun melihat dengan iman yang ada di dalam hatinya. “Ia telah membutakan mata dengan mendegilkan hati mereka, supaya mereka jangan melihat dengan mata, dan menanggap dengan hati, lalu berbalik, sehingga Aku menyembuhkan mereka.”(Yoh 12:40). Banyak kebaikan-kebaikan Allah yang telah ditaburkan dan dianugerahkan kepada manusia, namun tidak semua orang mampu melihatnya. Oleh karena itu, agar seseorang lebih bisa melihat tanda kasih Allah, maka seseorang perlu dengan hati yang penuh iman melihat semua realita yang terjadi.

                                                                                                                                           Serawai, Rm. Didik, CM

Translate »