KETERBUKAAN HATI
Rabu, 24 Agustus 2022
Yohanes 1:45-51
Perjumpaan Yesus dengan Natanel menyingkapkan bahwa Yesus adalah Tuhan dan Mesias yang tahu ada di dalam hati setiap orang dan apa yang telah, sedang dan akan dilakukan. “Kata Natanael kepada-Nya: “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!” Yesus menjawab, kata-Nya: “Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu.” (Yoh 1:49-50). Oleh karena itu, setiap murid Kristus diajak untuk tidak ragu untuk percaya dan menyerahkan hidupnya kepada-Nya. Artinya, menjadikan Kristus sebagai pusat hidupnya dan semua kata dan tindakannya mengalir dari imannya.
Ketika seseorang percaya dan tinggal di dalam Kristus maka akan lebih banyak hal yang baik yang akan ia lihat dan terima sebagai tanda kasih dan perlindungan-Nya atas hidupnya. itu. “Lalu kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.” (Yoh 1:51). Dengan imannya, seseorang akan mendapat anugerah dan kemurahan dari Allah secara pribadi. Artinya, hanya ia yang bisa mengerti dan yang bisa merasakan belas kasih dan damai dari Allah. Oleh karena itu iman adalah relasi yang personal dengan Kristus yang memiliki dampak secara sosial, yaitu melalui buah-buah imannya maka kehadiran orang beriman menjadi berkat bagi banyak orang. “Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”(Mat 13:23).
Tidak sedikit orang yang berada di dalam krisis kepercayaan kepada Tuhan Yesus, yang berdampak pada aktifitas hidupnya. Tanda yang bisa dirasakan saat iman seseorang menipis adalah meragukan dan mepertanyakan tentang kebenaran yang datang dari Tuhan. “Kata Natanael kepadanya: “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” (Yoh 1:46). Oleh karena itu akar dari ketidakpercayaan muncul dari pemikiran seseorang. Natanael ragu dan bertanya tentang siapa itu Yesus. Keraguan itu muncul dari dalam dirinya sendiri, bukan dari orang lain.
Oleh karena itu untuk bisa percaya dengan penuh kepada Kristus, yang diperlukan kerendahan hati dan keterbukaan hati, bukan melihat tanda dan bukti. Mereka yang berani percaya kepada Kristus adalah orang-orang yang berbahagia. “Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yoh 20:29).
Didik, CM