Menilai realitas kehidupan sekarang ini
Fr Gunawan Wibisono O.Carm
Fr Gunawan Wibisono O.Carm
Fr. Gunawan Wibisono O.Carm
Lukas 12:49-54
Kamis, 24 Oktober 2024
Oleh: Rm. Agustinus Suyadi, O.Carm
Awal Kata
Roh Kudus menjadi sumber daya paling penting dalam hidup beriman. Ia bagai api yang membakar hati, sehingga para beriman senantiasa dikuatkan dan ditegukan. Untuk itu, Rasul Paulus mendoakan Jemaat Efesus, agar dipenuhi Roh Kudus, sehingga Kristus berkenan tinggal dalam hati mereka. Tiga poin pendek berikut kiranya dapat menjadi pembanding renungan kita hari ini:
Api Pembakar
Dengan pelbagai cara Allah menghendaki manusia selamat. Para nabi pun diutus untuk memaklumkan sabda-Nya. Namun, mereka ditolak, disiksa, dan dibunuh. Kekuatan kejahatan begitu dahsyat memerdaya manusia untuk melawan Allah. Oleh karena itu, kedatangan Yesus menjadi tahap final untuk meraih kembali manusia dari jurang dosa. Api dilemparkan ke bumi dan berharap selalu menyala, agar manusia dapat menjadi murni dan pantas bersatu dengan Allah.
Api Pemisah
Dalam proses pemurnian, Yesus dihadapkan pada fakta tentang kebenaran yang tetap ditolak. Inilah yang menyedihkan hati-Nya. Segala pengajaran, mukjizat, penyembuhan, pembebasan setan, etc tidak membuat hati manusia memahami maksud Allah. Bahkan, Yesus diintai dan dijerat dengan target mati. Dan orang-orang yang percaya kepada-Nya juga menanggung nasib yang sama. Namun, justru kondisi semacam ini tetap menjadi suatu kesempatan untuk memberitakan karya keselamatan Allah. Sebelum duni ini berakhir, karya keselamatan Allah tetap wajib diwartakan. Pada ujungnya, orang-orang benar akan dipisahkan dari mereka yang durhaka untuk bisa memasuki Kerajaan Surga.
Api Pembaptisan
Meski tidak berdosa, Yesus menerima baptisan dari Yohanes Pembaptis. Ia ikut ambil bagian dalam pembaptisan manusia dengan masuk ke dalam air di sungai Yordan dan membuka surga, sehingga Roh Kudus turun ke dalam dunia. Namun, baptisan Yesus mesti dipuncaki dalam kesempurnaan darah di gunung Golgota. Dengan cara itu, Ia memberi bukti, bahwa Ia berasal dari Allah dan diutus Allah untuk menjadi agen pemurnian dunia. Dengan darah-Nya, semua orang yang percaya dialiri hidup-Nya yang menghantar kepada kebangkitan.
Akhir Kata
Sabda hari ini memaparkan realitas hidup orang-orang beriman yang selalu menjadi sasaran tembak orang-orang dunia. Namun, situasi dan kondisi semacam ini justru menjadi alat pemurnian iman yang paling otentik. Tuhan sendiri telah menganugerahkan Roh Kudus sebagai jaminan keselamatan. Bersama-Nya dan kuasa Roh-Nya, kemenangan sudah ada di depan mata.
Fr. Gunawan Wibisono O.Carm
rm. albertus medyanto, o.carm
Lukas 12:39-48
Seseorang dipilih menjadi kepala atau pemimpin karena kemampuan keterampilan dan integritasnya dalam melaksanakan tugas-tugas yang dikerjakan selama ini. Bukan sekedar pemberian hadiah. Orang yang memilih tentunya percaya bahwa yang dipilihnya dapat bekerja dengan benar dan baik. Secara berkala, kepala atau pemimpin tersebut memberikan pertanggungan jawab atas kinerja dan capaiannya.
Yesus bertanya kepada para murid dan pendengarnya “Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?” Yesus mengajak para murid dan pendengarnya agar berbuat sesuatu memperhatikan hidup saudara-saudari lain dan tidak mengabaikan mereka. Itulah bentuk tanggung jawabnya.
Setiap orang dipercaya dan mempunyai tugas untuk melaksanakan kepercayaan atas tugas-tugas tersebut. Bekerja dengan tulus dan jujur, benar dan baik, waspada dan berjaga, bijaksana dan adil. Tidak merekayasa data untuk menampilkan yang bagus. Ujian atas integritas seorang kepala atau pemimpin tidaklah mudah.
Setiap orang perlu menyediakan dirinya apabila suatu saat kelak dipilih menjadi pemimpin, menjadi pengurus rumah, gereja, organisasi, komunitas atau apapun bentuknya. Inilah kesempatan untuk mengabdi Allah dan melayani setiap orang. Setia dan bijaksana melaksanakan tugasnya sampai selesai.
Tuhan memberikan berbagai anugerah, rahmat dan kasih karunia kepada kita masing-masing untuk bertumbuh dan berbuah. Hasilnya dapat dirasakan dan dinikmati banyak orang. Kita pun patut menjaga dan merawat anugerah rahmat itu supaya tidak hilang.
“Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.” Itulah pesan Yesus kepada kita saat ini.
Ada tuntunan sekaligus tuntutan dari setiap penugasan atau perutusan atau pelayanan. Bekerja sebaik-baiknya, melayani setulus hati. Semoga kita semua berani ambil bagian dalam setiap perutusan, penugasan dan pelayanan. Bekerja segiat-giatnya bagi kesejahteraan bersama dan kemuliaan Tuhan yang lebih besar.