Menanggapi Tanda Keselamatan
Kamis, 26 November 2020
Hari Biasa XXXIV
Bacaan I Why 18: 1-2, 21-23; 19: 1-3, 9a
Bacaan Injil Luk 21: 20-28
Yesus menggambarkan tentang keadaan akhir zaman yang pasti akan diterima oleh setiap orang. Untuk itu, perlulah setiap orang memiiki kepekaan dalam melihat tanda-tanda yang tampak. Injil hari ini jelas sekali memberi banyak tanda tentang akhir zaman. Tanda yang paling luhur adalah kedatangan Anak Manusia dengan diliputi oleh kekuasaan dan kemuliaan. Terhadap Dia, kita harus mengangkat muka sebab saat itulah terjadi penyelamatan dari Dia.
Banyak tanda yang telah kita kenal dalam hidup ini, bahkan rasa-rasanya kita terlalu akrab dengan yang namanya tanda, simbol atau rambu. Namun, suatu tanda tidak akan berbicara banyak jika kita tidak menanggapi. Misalnya, lampu merah di perempatan tidak berguna jika orang-orang tidak paham tanda lampu merah sebagai peringatan untuk berhenti. Kemandegan fungsi sebuah tanda dipicu oleh faktor kelemahan manusia, yaitu lupa atau ada yang mengabaikan. Berkaitan dengan tanda-tanda akhir zaman, kita diharapkan memiliki kepekaan. Sikap peka itu diwujudkan dalam ketekunan pada perintah-Nya dan mempertahankan kekudusan diri. Segala pikiran dan perbuatan kita hendaknya diarahkan kepada pemenuhan kehendak-Nya. Dengan ketekunan yang demikian, berarti kita sudah tanggap atas tanda-tanda yang diberikan Tuhan.
Kunci pokoknya ada dalam kualitas kita menggunakan kepekaan. Hati yang tumpul tidak akan pernah mampu mengalami kepekaan yang sempurna. Sebaliknya, hati yang terbuka dan hati yang selalu mau bertobat, akan mudah mengembangkan kepekaannya. Peka pada tanda-tanda Tuhan bisa kita maknai dalam hidup sehari-hari dengan keterlibatan diri sebagai pelaku cinta kasih. Ada banyak peluang bagi kita dalam mewujudkan ajaran kasih. Kalau kita tetap bertekun dalam perbuatan kasih, maka keselamatan kekal akan diberikan-Nya bagi kita. Kita akan mendapatkan kesempatan untuk mengangkat muka menerima keselamatan itu. Mari, kita berduyun-duyun untuk mencermati kembali perjalanan hidup masing-masing agar kita dapat menangkap tanda-tanda yang mengarahkan kita dalam kesetiaan iman dan perintah-Nya.