TIDAK LAYAK
Senin, 7 Desember 2020
Lukas 5:17-26
Iman adalah anugerah Allah yang mulia. Karena dengan iman, seseorang
mampu melihat dan merasakan kekuatan Kristus. Mata fisik manusia tidak bisa
melihat dengan jelas kasih Allah, namun dengan iman seseorang bisa merasakan
kekuatan dan kehadiran Allah. Orang lumpuh diusung dan dibawa kepada Yesus telah
disembuhkan berkat iman mereka. “Lalu datnglah beberapa orang mengusung seorang
lumpuh di atas tempat tidur, mereka berusaha membawa dia masuk dan
menetakkannya di hadapan Yesus.”(Luk 5:18). Dengan iman tersebut, seseorang
bersatu dengan Kristus, sehingga iman sekaligus juga mendorong seseorang untuk
pertobatan; meninggalkan semua bentuk dosa. Dengan demikian iman juga
menghadirkan pengampunan dosa bagi mereka yang percaya. “Ketika Yesus melihat
iman mereka, berkatalah Ia: “Hai saudara, dosamu sudah diampuni.”(Luk 5:20).
Bagaimana agar iman bisa semakin berakar di diri manusia? Iman adalah
anugerah Allah dan jawaban manusia. Oleh karena itu, dibutuhkan kerendahan hati
supaya seseorang siap menjawab ; menjadi lahan dan tempat untuk menumbuhkan
iman di dalam hidupnya. Iman tidak akan bisa tumbuh dalam hati yang keras, seperti
halnya tanah yang tandus dan gersang tidak bisa menumbuhkan apa-apa kecuali
ilalang yang tidak berguna. Hanya mereka yang rendah hati yang akan lebih siap untuk
menerima iman dan mengembangkan dalam hidup, serta pada akhirnya berbuah
dalam karya-karya cinta kasih. “Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang
mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali
lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”(Mat 13:23).
Dengan demikian, iman bisa berakar dalam diri seseorang diperlukan usaha dan
perjuangan ; tekun dan setia membuka hati untuk Kristus, supaya iman tidak kabur
atau bahkan diambil dari orang tersebut. “Sebab itu ambilah talenta itu dari padanya
dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap
orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi
siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari
padanya.”(Mat 25:28-29). Iman tidak bisa bertumbuh jika orang yang menerimanya
tetap berkeras hati atau sombong. Dengan sikap seperti itu, ia menyatakan sikap
menolakan atau tidak percaya kepada Tuhan Yesus, dan lebih percaya pada dirinya
sendiri. Setiap orang berhak untuk memilih, dan iman adalah suatu pilihan bebas
seseorang.
Jika seseorang mengerti dan sadar, pasti ia tidak akan menyia-nyiakan
anugerah iman. Ia akan bersyukur dan merasa diri tidak pantas menerima-Nya, lalu ia
akan berkata seperti perwira yang dalam Injil, yang tidak pantas dihadapan Tuhan
Yesus. “Sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu.
Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.”(Luk 7:7). Karena
sikapnya yang rendah hati, maka kasih karunia Allah akan tercurah ke dalam hidupnya.
Paroki St Montfort Serawai, ditulis oleh Rm. A. Didik Setiyawan CM