Bawakan semua persoalan kepada Yesus -Kamis dalam pekan II Masa Biasa, January 21, 2021

Bawakan semua persoalan kepada Yesus -Kamis dalam pekan II Masa Biasa, January 21, 2021

Ibrani 7:25-8:6

Markus 3:7-12

Saudara-saudariku terkasih,

    Bacaan pertama hari ini mengingatkan kita akan kepercayaan yang bulat/utuh kepada Yesus, karena kita yakin bahwa Yesus selalu bersedia menyelesaikan setiap persoalan yang kita hadapi dalam kehidupan ini. St. Paulus dalam suratnya kepada orang Ibrani sengaja mengangkat topik ini untuk membangkitkan kesadaran kita akan misi perutusan Yesus sebagai Pengantara kita kepada Allah Bapak. Yesus sebagai Imam Agung,  telah mempersembahkan hidup dan kematianNya untuk membangun kembali relasi kita dengan Allah yang telah rusak akibat dosa. Oleh karena itu dalam kalimat pertama dari perikope ini dikatakan bahwa: …”Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.” Jadi Jesus dalam keilahian dan kemanusiaanNya mengerti dan memahami kemanusiaan kita. Oleh karena itu, bukan tidak mungkin Yesus dalam kemanusiaanNya, sebagai manusia pernah mengalamai frustrasi, kesakitan, kesedihan, kecapaian dan kekecewaan disatu pihak, tetapi juga di pihak lain Yesus pernah mengalami kebahagiaan, keberhasilan dan pernah mengalami cinta dalam kehidupan keluarga dan kasih persaudaraan.

    Tidak seperti yang dialami oleh imam-imam besar dari masa yang silam, Yesus dalam keilahian dan kemanusiaanNya, yang tidak berdosa  telah menjadi Korban Persembahan Istimewa – Persembahan Hidup dengan setiap tetes darahNya dan kematianNya di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita. Dikatakan bahwa “tidak seperti imam-imam lain, yang setiap hari harus mempersembahkan korban untuk dosanya sendiri dan sesudah itu barulah untuk dosa umatnya. Tetapi Yesus telah mempersembahkan diriNya sendiri sebagai korban.” Saya ingat ketika masih kecil, sering membawa sajen ke pemakaman nenek moyang setiap kali ada peristiwa penting atau perayaan istimewa dalam suku dan kampung. Saya lalu bertanya kepada ayah: “mengapa dan kepada siapa sajen ini kita persembahkan?” Ayah menjelaskan bahwa sajen ini kita persembahkan kepada nenek moyang kita yang telah hidup dalam kebakaan, mereka akan meneruskannya kepada Allah yang diatas. Penjelasan ini kemudian saya mengerti bahwa para leluhur itu secara theologis mereka adalah persekutuan para kudus yang akan meneruskan persembahan itu kepada WUJUD TERTINGGI. Itulah pemahaman dari society dimana tradisi masyarakat dimana saya hidup. Kemudian saya menjadi lebih mengerti latar belakang Anthropologis – Theologis akan arti dan makna Korban Sembelihan kepada Allah. Dalam refleksi ini bagi kita menjadi lebih jelas bahwa YESUS telah “mempersembahkan Diri-Nya sendiri sebagai korban.”

    Oleh karena itu orang banyak dalam Injil hari ini percaya akan kekuatan kuasa Yesus. mereka datang kepada Yesus tidak hanya karena mereka mau menyentuh Yesus dan menjadi sembuh. Tetapi karena mereka percaya akan kekuatan dan kuasa Allah dalam diri Yesus, mereka menjadi lebih yakin. Mereka merasa bahwa mereka tidak dicewakan, melainkan mereka menjadi lebih mencintai Yesus.

Saudara-saudariku,

    Kitapun dalam dan melalui renungan hari ini mendapat kesempatan untuk lebih percaya bahwa Yesus akan selalu dengan tangan terbuka menerima kita yang datang kepadaNya minta tolong. Yesus selalu bersedia menerima, mendengar dan menyelesaikan setiap persoalan yang kita hadapi dalam kehidupan ini. 

    Oleh karena itu setiap kali kita merayakan Ekaristi Kudus kita mendapat kesempatan untuk menjamahNya ketika kita menerima Tubuh dan DarahNya. Kita datang kepadanya dengan keyakinan yang penuh, bahwa kita akan menerima rahmat dan berkat, kesehatan dan pembebasan dari segala persoalan kalau kita penuh kepercayaan dan pasrah kepada kebesaran dan kekuatan kuasaNya. Sudah sangat pasti rahmat dan berkat yang kita mohon itu akan kita terima physically, emotionally, mentally dan spiritually. Amin. 

Comments are closed.
Translate ยป