Sabda Bahagia

Sabda Bahagia

Renungan Senin, 7 Juni 2021

Mat 5: 1-12

Kisah Yesus yang berkotbah di bukit menggambarkan figure Dia seperti Musa yang mengajar orang Israel setelah Musa menerima dekalog di Gunung Sinai. Sabda Bahagia ini dimaknai sebagai “Undang-undang” dari kerajaan Surga. Bagaimana orang bisa masuk dalam kerajaan surga? Caranya dengan melaksanakan apa yang dikatakan Yesus dalam kotbah hari ini.

Tempat Yesus berkotbah ada di gunung. Ia naik ke sebuah bukit dan mewartakan sabda pada orang banyak. Gunung bermakna teologis dalam injil Matius karena menunjukkan bagaimana Yesus memberikan aturan baru. Ia membawa sabda yang membaharui hidup orang, sebagaimana dulu Musa memberi aturan hidup pada orang Israel di Gunung Sinai.

Sabda Bahagia menggambarkan hidup yang penuh dengan optimisme dan harapan masa depan. Kalau orang sungguh melakukan sabdaNya, ia akan mendapatkan: saat duka akan ada penghiburan, yang lapar akan dikenyangkan, yang murah hati akan mendapatkan kemurahan Allah, yang dianiaya akan mendapatkan kerajaan Allah. Muara dari sabda Bahagia dalah kebahagiaan hidup yang tidak bisa diberikan oleh dunia.

Dalam Sabda Bahagia, Yesus menggambarkan bagaimana hati Allah yang memperhatikan hidup orang yang setia padaNya. Sabda ini mengajari kita untuk hidup seperti Tuhan sendiri, bagaimana merenungkan kebaikan dan keindahan dari hati Allah sendiri. Kualitas hidup dan nilai yang diperjuangkan dalam Sabda Bahagia menjadi nilai yang perlu diperjuangkan setiap orang.  

Kebahagian orang yang miskin dalam Roh menunjuk pada keadaan orang yang mau menggantungkan hidupnya pada Tuhan. Sabda ini tidak bicara soal kemiskinan material, namun lebih menekankan soal kemiskinan dalam spiritual sehingga orang hanya bisa mengandalkan Tuhan saja. Orang yang demikian akan dipuji oleh Allah karena Ia berkenan pada hati orang yang lebut dan terbuka.

Comments are closed.
Translate »