Kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah
Renungan Rabu, 9 Juni 2021, 2 Kor 3: 4-11
Selama 3 tahun Paulus berkarya di Korintus dan dia menemukan beberapa orang non Yahudi yang percaya pada Allah lalu dibaptis. Salah satu tantangan terbesar Paulus dalam bermisi di Korintus adalah saat dia berhadapan dengan budaya Romawi-Yunani yang mengagungkan keungulan diri. Orang Korintus berlomba-lomba menjadi yang terbaik, sehingga mereka dipandang cakap dan unggul dalam masyarakat. Bukan sesuatu yang buruk kalau orang itu unggul, pandai, menonjol dan cakap. Itulah yang dituntut saat itu.
Paulus melawan kebiasaan orang Korintus itu dengan mengatakan kalau dia adalah pelayan Allah. Pelayanan dia pada umat didasarkan pada Roh Allah yang bekerja dalam dirinya. Cobalah lihat sepak terjang orang Katolik yang telah dihinggapi Roh Allah. Mereka tidak takut-takut, berani bersaksi, menjadi pelayan yang total, serta kemauan untuk memberi diri pada sesama. Berbeda dengan orang yang hanya mencari kepentingan sendiri! Saat orang seperti ini melayani Tuhan, tetapi merasa tidak mendapat keuntungan pribadi, mereka menjadi lembek, menyerah, menggerutu dan mundur teratur dari tugas pelayanan dan perutusan.
Paus Fransiskus juga menyatakan hal yang sama dalam ensiklik Gaudete et Exsultate, “Kekudusan adalah parrhesia yaitu keberanian, suatu dorongan untuk mewartakan kebenaran Injil dan meninggalkan sesuatu tanda di dunia ini. Kebenarian, antusiasme, kebebasan untuk berbicara, gairah rasuli, itu semua termasuk dalam kata parrhesia.”
Parrhesia sendiri berarti keberanian untuk berbicara terus terang. Kalau anda orang yang terus terang, berani omong apa adanya, serta bisa mengatakannya tanpa menyakiti orang lain, itulah parrhesia. Roh Allah akan menggerakkan orang untuk berani mewartakan Injil, tidak melulu lelap dalam kemapanan hidup pribadi. Ia akan membongkar pola-pola lama yang usang, berkreatif mencari jalan agar pewartaan makin baru dan diterima dengan suka cita karena sesuai dengan keadaan. Kalau semua itu terjadi, itulah tanda dan buah dari Roh Pewarta yang merasuki hidup kita!