Hati Yesus yang kudus dan lemah lembut
Perayaan Hati Kudus Yesus, Jumat 11 Juni 2021
“Salah seorang dari prajurit itu menikam lambung Yesus dengan tombak dan segera mengalirlah darah serta air keluar” (Yoh 19: 35)
Perayaan Hati Kudus Yesus mengundang semua orang untuk masuk pada kedalaman hati dan berfokus pada hidup afeksi Allah sendiri. Hati Yesus tidak hanya menunjukkan kasih, tapi hati itu adalah kasih itu sendiri. Ia mengundang setiap orang untuk datang, diterima dan diampuni, tak terbatasi oleh dosa dan kelemahan. Hati kudus Yesus menunjukkan pada kita kalau kasihnya tidak terhingga. Ia tak pernah lelah dan tak pernah menyerah. Dalam hatinya ada keinginan selalu untuk memberikan diri. Kita bisa menemukan dalam hatiNya sumber kasih setia yang lembut dan membebaskan.
Dalam bahasa Kitab Suci, hati menjadi pusat hidup orang beriman. Di sana ada banyak arti: sumber pikiran dan kehendak, keinginan dan tempat pertemuan manusia dengan Allah. Kualitas hidup manusia diukur dari kualitas hatinya. Oleh karenanya, kita sering mendengar, “hatiku siap sedia ya Allah, hatiku siap sedia.” Dalam hati manusia itu seluruh kepribadian, jiwa dan badannya mendapatkan artinya. Oleh karenanya, saat berkomtemplasi Hati Kudus, kita perlu bertanya: kemanakah hati kita tertuju selama ini? Yesus sendiri berkata, “kemana hartamu berada, di situ hatimu juga berada.”
Santo Bonaventura merenungkan bagaimana dirinya ditangkap oleh kasih Kristus yang mengasihi sampai akhir: “Siapa yang tidak akan mengasihi karena telah dikasihi? Siapa tidak akan memeluk sebuah hati yang begitu murni? Kita yang dibuat dari daging, akan membalas kasih dengan kasih. Kita akan memeluk dia yang telah terluka, yang tangan dan kakinya dipaku di salib. Kita akan tergatung pada hatinya dan lukanya!”