Santo Maximilian Kolbe

Santo Maximilian Kolbe

Sabtu, 14 Agustus 2021

Hari Raya Peringatan Santo Maximilian Kolbe

Yosua 24:14-29
Mazmur 16
Matius 19:13-15

Maximilian Kolbe in 1936, by Unknown author – http://santuarioeucaristico.blogspot.hu/2010/08/sao-maximiliano-kolbe-14-de-agosto.html, Public Domain, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=42823235

Maximilan Kolbe memasuki seminari menengah (setara SMA) yang diasuh oleh ordo Fransiskan Konventual di dekat tempat kelahirannya di Polandia. Pada umur 16 dia masuk ke tahap novisiat. Saat ditahbiskan di umur 24, ia bertekad melawan ketidak-acuhan orang-orang pada agama di saat itu. Ia mendirikan organisasi Militia Immaculata (Tanpa Noda) yang bertujuan memberi kesaksian dengan hidup benar, doa, kerja, dan penderitaan. Dia mendirikan Kota Immaculata (Niepokalanow) di mana 700 saudara Fransiskannya tinggal dan membantu penerbitan majalah agama Katolik yang dicetuskannya. Di kemudian hari, dia membuka satu Kota Immaculata lagi di Nagasaki, Jepang. Pada masa puncaknya, anggota dan pelanggan majalahnya mencapai lebih dari satu juta orang.

Tahun 1939, panser-panser Nazi Jerman merangsuk ke Polandia. Niepokalanow dibom dan rusak berat. Maximilian dan beberapa saudara seordonya dimasukkan penjara, walalupun kemudian dilepaskan lagi setelah tiga bulan. Namun pada tahun 1941, ia ditahan kembali. Sasaran para Nazi adalah orang-orang yang dianggap punya pengaruh terhadap bangsa Polandia. Maximilian dikirim ke salah satu kamp konsentrasi yang terkenal kekejamannya, Auschwitz, di mana dia mengalami penganiayaan.

Suatu hari seorang tahanan kabur melarikan diri. Komandan kamp mengumumkan bahwa sebagai ganjarannya, dia akan memilih 10 orang secara acak untuk dieksekusi. Setelah 10 orang itu dipilih, tiba-tiba Maximilian berjalan ke depan. Dia menawarkan dirinya untuk menggantikan seorang bapak yang mempunyai anak dan istri. Ia merasa sebagai seorang imam, kematiannya tidak akan berakibat separah seorang istri dan anak yang ditinggal mati oleh suami dan bapak mereka.

Kesepuluh orang itu dimasukkan ke dalam suatu sel khusus, ditelanjangi, dan ditinggalkan untuk mati kelaparan secara perlahan. Tidak ada dari mereka yang berteriak. Mereka hanya bernyanyi dan berdoa. Pada malam sebelum Hari Raya Maria Diangkat ke Surga, cuma empat orang yang masih hidup, termasuk Maximilian Kolbe. Para penjaga penjara menyuntik mereka dengan asam karbol yang membakar badan mereka dari dalam. Maximilian Kolbe dibeatifikasi tahun 1971 dan dikanonisasi tahun 1982.

Diterjemahkan dan disarikan dari https://www.franciscanmedia.org/saint-of-the-day/saint-maximilian-mary-kolbe

Comments are closed.
Translate ยป