TONGGAK-TONGGAK IMAN
Selasa, 24 Agustus 2021
Yohanes 1:45-51
Ketika Natanael bertemu dengan Yesus, ia heran karena Yesus mengetahui apa yang telah terjadi dalam peristiwa/sejarah hidup dan sifat serta karakternya. “Kata Natanael kepada-Nya: “Bagaimana Engkau mengenal Aku?” Jawab Yesus kepadanya: Sebelum Filipus memanggil engkau , Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara.”(Yoh 1:48). Di hadapan Allah tidak bisa menyembunyikan dirinya dan hanya Allah saja yang akan mampu melihat apa yang tersembunyi di hati dan pikiran setiap orang. Karena pengalaman mengalami sapaan dari Yesus tersebut, maka Natanael bertobat dan percaya kepada-Nya. “Kata Natanael kepada-Nya: “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!” (Yoh 1: 49).
Peristiwa pertobatan adalah peristiwa iman. Seseorang bisa kembali kepada jalan yang benar dan percaya kepada Yesus Kristus bukan semata-mata hasil kerja kerasnya. Artinya selain usaha dan perjuangan seseorang, juga semua terjadi karena karunia dan kemurahan hati Allah, yang menugerahi panggilan kepadanya. Sehingga dengan proses yang demikian, seseorang tidak bisa menjadi sombong karena imannya. “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.”(Yoh 15:16). Orang yang menerima panggilan dan dipilih oleh Kristus adalah orang yang berbahagia sebab sekalipun mereka tidak layak, namun karena kekuatan dan kemurahan Allah, damai dan keselamatan dianugerahkan kepada mereka. “Ya TUHAN semesta alam, berbahagialah manusia yang percaya kepada-Mu.”(Mzm 84:13). “Berbahagialah orang yang tidak melihat, namun percaya.”(Yoh 20:29).
Panggilan menjadi murid Kristus adalah pengalaman pribadi bersama dengan-Nya. Masing-masing orang memiliki pengalaman rohani yang unik bersama dengan Kristus. Pengalaman tersebut menjadi tonggak-tonggak hidup iman yang menyentuh dan menggerakkan seseorang karena saat itulah saat dimana Allah menyapa, dan mengubah hidupnya menjadi hidup yang baru bagi kemuliaan Allah karena telah menerima Kristus Yesus, Putera-Nya sebagai juruselamat. “Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kami telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Yesus.”(Roma 6:11).
Serawai, Rm. Didik, CM