ADA SAAT MENABUR DAN ADA SAAT MENUAI

ADA SAAT MENABUR DAN ADA SAAT MENUAI

Kamis, 26 Agustus 2021

Matius 24:42-51

            Apa yang ada di dalam diri seseorang semuanya bukan 100 % milikinya, bahkan juga termasuk hidup atau nyawanya. Apakah benar-benar itu semua merupakan otonomi menjadi miliknya, sehingga seseorang sesuka hatinya mengunakannya dan menggengam dengan erat semua itu untuk dirinya sendiri?  Mengapa? Karena semua ada tidak akan terjadi, jika seseorang tidak hidup (atau tidak terlahir).  Dan siapakah yang menjadikan seseorang hidup? Kalau bukan Allah yang menciptakannya. “Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.”(Kej 2:7).  Akhirnya pada suatu saat, manusia juga harus menerima bahwa apa yang ia genggam, semuanya akan diambil dan harus meninggalkan dunia ini dan masuk ke dunia yang baru.  

            Jika seseorang menyadari siapa dirinya dan dari mana asalnya, maka ia akan memperoleh kebijaksanaan atau hikmat. Hikmat adalah harta mulia yang tidak bisa dinilai dengan emas dan berlian, sebab dengan hikmat tersebut seseorang bisa mengerti dan percaya kepada Allah dan hidup benar sesuai dengan kehendak-Nya. “Ia tidak dapat dinilai dengan emas ofir, ataupun dengan permata krisopras yang mahal atau dengan permata lazurite, tidak dapat diimbangi oleh emas, atau kaca, ataupun ditukar dengan permata dari emas tua. Baik gewang, baik hablur, tidak terhitung lagi; memiliki hikmat adalah lebih baik dari pada mutiara.” (Ayub 28: 16-18). Dengan demikian kebijaksanaan adalah anugerah yang bersumber dari Allah sendiri, sehingga orang akan mengerti apa yang dikehendaki oleh Allah dan melaksanannya.

            Ketika seseorang ada bersama dengan Allah, maka ia akan percaya kepada Yesus Kristus, Putera-Nya dan berjalan dalam terang Roh Kudus, sumber kebijaksanaan / hikmat. “… dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh Hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.”(Efesus 1:17). Oleh karena itu jalan yang dipilih oleh orang yang mengenal dan percaya kepada Yesus Kristus adalah jalan kebenaran dan penuh hikmat/bijak. Ia akan selalu berjaga-jaga dan waspada agar hidupnya selalu tearah kepada-Nya dan melakukan setiap keputusan dengan benar dan bijaksana. “Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya? Berbahagalah  hamba , yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.”(Mat 24: 45-46).

            Orang yang bijaksana ada selalu bersama dengan Kristus, karena Dia adalah sumber kebijaksaan. Oleh karena itu, ia tidak melihat dunia dengan cara manusia, akan tetapi melihat dengan cara Tuhan, yaitu di dunia ini adalah saat menabur dalam terang Roh Kudus, yaitu menabur segala kebaikan dan kasih dari Allah, yang pada akhirnya tiba musim menuai atau panen, dimana benih yang telah tertanam telah berbuah dan dipetik. Saat itulah setiap orang mempertanggung jawabkan hidupnya dihadapan Allah. “Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.” (Galatia 6:8).

                                                                                                                                                         Serawai, Rm. Didik, CM

Comments are closed.
Translate »