Mengampuni musuh

Mengampuni musuh

Kamis, 9 september 2021

Luk 6:27-38

            Tema mengampuni sering menjadi topik pengajaran Yesus Kristus, misalnya soal tindakan mengampuni orang lain sebanyak tujuh puluh kali tujuh kali (Mat 18:21-23), pentingnya mengasihi musuh (Luk 6:27-38), kita juga menemukan dalam Doa Bapa kami yang isi doanya mengenai tindakan mengampuni mereka yang bersalah kepada kami (Mat 6:12). Ajaran mengenai pengampunan terus menerus menjadi tema yang penting dalam sejarah hidup manusia. Bagaimana tidak? Kita melihat berbagai peristiwa peperangan, perang saudara, perang antar suku, perang antar agama dapat terjadi karena tidak hadirnya tindakan pengampunan dan pendamaian (rekonsiliasi). Pengampunan Allah yang tak terbatas atas segala dosa dan kesalahan kita menjadi dasar tindakan mengampuni. Gambaran Allah, yang penuh belas kasih dan lambat akan marah dan penuh kasih setia dapat kita temukan dalam Kitab Suci Perjanjian Lama, semisal dalam Kel 34:6, “..Allah penyabar dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasihNya dan setiaNya” Pada dasarnya mengampuni dan mencintai orang lain sudah menjadi tema pengajaran para nabi Perjanjian Lama. Hal baru yang diajarkan oleh Yesus kepada kita yaitu mengampuni musuh, orang yang bersalah kepada kita. Tema inilah yang menjadi pokok renungan kita pada hari ini, yaitu: “Dengarkanlah perkataanKu ini: kasihilah musuhmu, berbuat baik kepada orang yang membenci kalian, mintalah berkat bagi mereka yang mengutuk kalian, berdoalah bagi orang yang mencaci kalian” (Luk 6:27-28). Mengampuni musuh menjadi ajaran yang radikal dari Yesus, Guru kita.

            Yesus menjadi Teladan dan Guru bagi kita yang mempraktekkan pengampunan sebelum Ia mengajarkannya. Dalam karya pelayanannya, Yesus mengampuni para pendosa dan mengundang mereka mengalami belas kasih Allah. Di atas Salib, ia mengampuni penjahat yang berada di kanan dan kiriNya (Luk 23:39-43), lebih dari itu Ia juga mendoakan mereka yang menyalibkanNya, dengan sebuah doa: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Luk 23:34). Oleh karena itu mintalah rahmat agar kita mampu untuk meengampuni musuh kita atau orang yang bersalah kepada kita. Hanya bantuan rahmat Allah, kita mampu untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kita.

“Tuhan Yesus Kristus, kasihMu membawa pembebasan dan pengampunan. Penuhilah kami dengan Roh KudusMu dan jadikanlah hati kami penuh damai dan pengampunan”

Comments are closed.
Translate »