“Jika bertelinga, hendaklah mendengarkan!”
Sabtu, 18 September 2021
Bac 1: 1Tim 6:13-16; Injil: Lukas 8:4-15
Seringkali Yesus mengajar dengan menggunakan perumpamaan agar mudah ditangkap, walaupun ternyata tidak semua orang mampu mengertinya. Terkadang walaupun sudah dijelaskan, masih juga tidak ditangkap apalagi dilaksanakan. Oleh sebab itulah cukup sering Yesus mengatakan bahwa jika bertelinga, hendaklah mendengarkan. Yesus ingin agar setiap orang sungguh mendengarkan yang dikatakanNya dan bukan hanya sambil lalu atau asal dengar saja. Sabda Yesus selalu mempunyai pesan bagi kehidupan dan keselamatan kita, maka sangat berkaitan dengan kehidupan kita. Mendengarkan menjadi bagian penting dalam kehidupan kita agar kita dapat memperbaiki diri dan menjadikan diri lebih baik dan terarah kepada Tuhan.
Perumpamaan yang baru kita dengarkan ini berkaitan dengan pewartaan Sabda Allah yang diberikan kepada semua manusia. Sabda yang sama diberikan kepada kita semua, namun ternyata yang menerima mempunyai sikap yang berbeda sehingga buahnya pun berbeda-beda. Ada tanah yang subur sehingga berbuah baik dan melimpah namun ada pula tanah yang tidak terawat sehingga tidak berbuah. Dengan menyampaikan perumpamaan ini, Yesus ingin kita semua mendengarkan dan melihat diri masing-masing, tanah seperti apa yang sekarang kita miliki. Tentu saja Tuhan memberikan kepada kita semua tanah yang baik, pribadi yang baik sebagai citra Allah. Namun demikian apakah diri kita yang baik ini selalu kita jaga, kembangkan dan selalu dibersihkan melalui kerjasama dengan Roh Kudus? Jika kita tidak memperhatikan diri kita, maka sama saja kita membiarkan diri kita dikuasai oleh kuasa jahat dan berbagai permasalahan hidup yang terus menghimpit hidup kita. Jika demikian, maka Sabda Allah tidak bisa tumbuh dan berkembang.
Saatnya sekarang ini kita mendengarkan teguran Yesus, karena Dialah Sabda Allah yang hidup, yang ingin tinggal dan bertumbuh di dalam hidup kita sekarang ini. Kita masih bisa membersihkan diri kita masing-masing dengan mulai menata diri kita dan mengarahkan diri kepada Tuhan. Coba kita renungkan sejenak, apa yang menjadi permasalahan hidup kita saat ini. Bagaimana relasi kita dengan Tuhan dan apakah Sabda Allah sudah menjadi makanan harian kita? Jika belum, baiklah sekarang kita mulai membersihkan diri agar kita tidak terjepit oleh berbagai godaan dan tawaran dunia yang menyesatkan. Sabda Yesus pada hari ini sungguh ditujukan untuk diri kita supaya kita mendengarkannya dan melakukannya, jangan menunda lagi!