MAKNA DOA BAPA KAMI

MAKNA DOA BAPA KAMI

Rabu, 6 Oktober 2021

Lukas 11:1-4

Yesus mengajarkan doa yang sederhana dan padat makna, yaitu Doa Bapa Kami.  Doa ini merupakan refleksi iman atas kasih Allah Bapa yang tanpa batas dan  yang hadir untuk anak-anak-Nya. Apa yang  ada di dalam doa tersebut merupakan jalan bagi setiap orang yang percaya untuk sampai kepada Allah Bapa.  Bagaimana cara untuk mengalami kebersamaan dengan Allah ? Pertama-tama dimulai dari iman akan Allah yang adalah Bapa yang Maha Baik, karena itu sudah sepantasnya dimuliakan selalu di dalam hidup agar Kerajaan Kasih-Nya hadir di dalam hidup manusia. “Bapa dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu.”(Luk 11:2).

Setelah seseorang percaya kepada Allah Bapa, maka jalan untuk menuju kepada-Nya menjadi terbuka lebar. Oleh karena itu setiap jiwa manusia bisa berseru mengungkapkan isi hati dan pergulatan hidupnya serta harapannya untuk selalu mendapat berkat-berkat-Nya setiap hari.  “Berilah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya… “(Luk 11:3). Pergulatan seseorang tidak hanya menyangkut soal mencukupi kebutuhan-kebutuhan jasmani, namun lebih-lebih menyangkut juga soal bangaimana berjuang untuk mengalahkan kuasa kegelapan/dosa yang terus akan menghalangi siapa pun yang ingin dekat dengan-Nya. Karena kerapuhannya semua orang pernah jatuh dalam kelemahan dan dosa, namun Allah Bapa siap menerima mereka yang mau datang dalam penyesalan dan berniat kembali kepada-Nya. “ .Dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami.”(Luk 11:4).

Perlindungan Allah Bapa yang Maha Rahim tersebut menjamin seseorang berada di dalam kondisi penuh rahmat-Nya, sehingga ia terhindar dari bahaya maut atau dosa yang sewaktu-waktu bisa menjatuhkan manusia suatu pencobaan. “..Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan. “(Luk 11:4b).  Semua itu bisa terjadi, ketika seseorang setia berada di dekat Allah Bapa. Artinya relasi yang dipelihara dalam ketekunan dan kesetiaan merupakan kunci untuk mengalami kerahiman dan kasih setia Allah Bapa.  Oleh karena itu, seseorang akan kesulitan mengalami hidup penuh damai , yaitu hidup di dalam kasih persaudaraan, jika ia mengabaikan ketekunannya dalam menjalin relasi dengan Allah Bapa.

Dengan demikian Doa Bapa kami menjadi jalan untuk bisa mengalami kemurahan hati Allah Bapa dan sekaligus memperbaharui hidup seseorang kearah hidup yang dikehendaki oleh Allah, yaitu hidup sebagai anak-anak Allah yang senantiasa haus dan miskin dihadapan-Nya, mengandalkan Allah dalam setiap perkara yang dihadapi, dan berjuang untuk melakukan kehendak-Nya agar mewujudkan Kerajaan Allah; Kerajaan Damai di bumi.  “Berbahagialah, orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.”(Mat 5:3).

Prigen, Rm. Didik, CM

Comments are closed.
Translate »