MENJADI SAKSI KRISTUS
Sabtu, 9 Oktober 2021
Lukas 11:27-28
Yesus mengajak kepada murid-Nya untuk meraih dan mengalami kebahagiaan yang kekal. Artinya kebahagiaan yang tidak tergantung pada hal-hal yang fisik dan profan, melainkan kebahagiaan yang bersumber pada iman, yaitu relasi dengan Sang Sabda Allah, dan Sabda tersebut kini telah menjadi manusia. “Tetapi Ia berkata: “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan memeliharanya.”(Luk 11:28). Ketika seseorang memiliki relasi yang dekat dengan Yesus Kristus ia akan menerima daya / kekuatan dan damai yang berasal dari yang Ilahi, sebab Dia adalah Putera Allah yang hidup.
Dengan demikian Yesus mengajak para murid-Nya untuk tidak berhenti atau bahkan berfokus pada hal-hal yang tidak tahan lama, yaitu kesenangan-kesengan jasmani, namun mencari kebenaran Kerajaan Alllah, yaitu relasi dekat dengan Yesus Kristus. “Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu.”(Luk 12:31). Kerajaan Allah sungguh nyata dan hidup di dalam diri mereka yang percaya akan kenyelengaraan Ilahi, dimana Allah selalu ada dan menyertai dan menuntun setiap langkah orang beriman.
Mereka yang percaya kepada Tuhan, bisa digambarkan seperti pelita yang selalu menyala memancarkan di dalam hidup yang konkrit; belas kasih Allah, sehingga kehadirannya membawa damai, harapan dan suka-cita yang sejati. Sekalipun manusia memiliki banyak kelemahan, namun karena firman Allah yang dihidup di dalam dirinya, maka ia akan kuduskan, diperbaharui, dan akhirnya diperkenankan menjadi terang yang menjadi berkat bagi orang-orang yang ada disekitarnya. “Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan.”(Efesus 5:8).
Oleh karena itu, relasi dengan Yesus Kristus menjadikan firman-Nya akan senantiasa hidup di dalam dirinya, sehingga hidupnya bukan lagi memancarkan ego pribadinya sendiri, namun belas kasih Allah yang membahagiakan. Untuk sampai kesana, maka seseorang diajak untuk selalu setia menjalin relasi dengan-Nya setia hari. Hanya dengan kesetiaan kepada Kristus, maka seseorang akan menjadi saksi Kristus di dunia. “Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.”(Kis 2:32).
Serawai, Rm. Didik, CM