SENIN, 11 OKTOBER 2021
Lukas 11: 29-31
Allah kita ialah Bapa Pencipta yang terus berkarya dalam segala. Dia hadir dan berkarya dalam segala yang tertangkap oleh indra, yang bisa kita imaginasikan dan apapun yang bisa dipikirkan manusia. Bahkan jati diri kita yang diciptakan menurut citraNya, hingga kini belum selesai, tetapi masih masih dalam proses. Hanya saja kini kita diajak oleh Allah untuk menjadikan diri kita citraNya yang makin baik dan sempurna di dunia ini
Oleh karena itu, setiap ciptaan yang ada di alam semesta ini menjadi tanda kehadiran dan karyaNya. Setiap detail dalam diriku yang penuh misteri dan tidak bisa kita pahami, bisa menyadarkan kita akan Allah yang berkarya. Setiap relasi kita dengan ciptaan lai, bisa mengantar kita berjumpa denganNya. Tidak perlu heran kalau ada orang mengatakan bahwa mereka diajari oleh semut bagaimana bekerjasama dengan benar sebagai ciptaanNya dan tidak bermalas-malasan. Bisa dimengerti kalau kita merasa dekat dengan Tuhan ketika indra manusiawi kita bersentuhan dengan alam yang indah dan mengesankan. Begitu pula kita tidak perlu merasa kaget bahwa bisikan dan kecenderungan untuk berbohong atau korupsi, misalnya, kita rasakan sebagai bisikan setan yang menjauhjan kita dari sumber Kebenaran, yaitu Allah.
Itulah pentingnya keheningan batin: suatu yang makin sulit dan langka di jaman ini. Kita perlu latihan memiliki hati yang kontemplatif dan kehendak yang kuat untuk menjadi muridNya di dunia ramai ini. Jangan sampai terjadi bahwa kita yang manja dan malas, yang tumpul nurani dan miskin stamina batinnya, lalu serta merta menunjuk Tuhan sebagai yang salah karena tidak memberi cukup tanda, kurang bimbingan, ajaran dst.
Dengan nada yang mungin agak keras, Yesus memperingatkan para pendengarnya bahwa hanya tanda Yunus yang akan diberikan. Selebihnya kita diandaikan bisa menggunakan indra batin, pikiran, hati nurani, kehendak dan alam rasa kita untuk mengenaliNya.