Mengendalikan Uang atau Dikendalikan Uang?

Mengendalikan Uang atau Dikendalikan Uang?

Jumat, 5 November 2021

Roma 15:14-21
Mazmur 98
Lukas 16:1-8

Sepintas kelihatannya Yesus memuji seorang bendahara yang licik dengan menggunakan pengaruhnya demi menyelamatkan dirinya ketika dia tahu akan dipecat oleh atasannya. Dia menyambangi orang-orang yang berhutang dan memotong hutang mereka supaya suatu hari kelak mereka akan mengingat kebaikannya dan akan membalas budinya dengan memberinya tempat di rumah mereka. Pada akhir bacaan Injil ini, Yesus memberi kesimpulan dengan menasihati para pengikutNya untuk mengikat persahabatan dengan menggunakan mamon (uang) yang “tidak jujur” supaya jika mamon itu tidak dapat menolong lagi, mereka dapat diterima di kemah abadi.

Santa Bunda Teresa dari Kolkata pernah dikritisi tajam karena menerima uang sumbangan dari sumber-sumber yang tidak jujur. Salah satu contohnya adalah dari pengusaha Inggris Robert Maxwell yang di kemudian hari terbukti menggelapkan jutaan dolar uang pensiun para karyawannya. Tidak mudah untuk menentukan apakah tindakan Bunda Teresa ini etis atau tidak. Tetapi bisa jadi ini salah satu contoh di mana beliau mencoba menggunakan mamon yang tidak jujur untuk menolong orang miskin dan membutuhkan.

Mungkin kesimpulan moral dari cerita ini adalah bagaimana kita harus bisa mengendalikan uang dan bukan sebaliknya, kita yang dikendalikan dari uang. Apakah yang dapat kita lakukan dengan uang yang kita miliki sehingga Allah dapat semakin dimuliakan (Ad maiorem Dei gloriam)?

Comments are closed.
Translate »