Doa yang mengubah hati Allah…….
Bacaan harian: Keb. Salomo 18: 14-16; Luk 18: 1-8
Perumpamaan tentang kesetiaan dalam doa ini hanya ada dalam injil Lukas. Ceritanya dimulai dari seorang tokoh hakim yang tidak adil dan seorang janda. Hakim itu dideskripsikan sebagai seorang yang tidak takut akan Allah dan tidak takut akan siapapun (18:2). Bisakah anda bayangkan seorang yang demikian sombong? Orang yang memiliki kuasa besar sampai tidak takut akan apapun juga. Betapa berbahanya ada orang seperti ini menjadi hakim! Dia pasti bisa berbuat semaunya dan sewenang-wenang.
Tokoh lain dari kisah itu adalah seorang janda. Status kedua tokoh itu berbeda seperti langit dan bumi. Hakim itu begitu super kuasanya. Si janda tak punya kuasa apapun. Dalam dunia orang Yahudi, janda termasuk dalam golongan orang kecil dan lemah, harus dilindungi dan dikasihani. Karena janda ini sadar diri akan keadaannya, dia mencari pembelaan dari hakim yang punya kuasa.
Tidak dikisahkan apa sebenarnya kasus si janda. Pun tak ada cerita mengapa hakim itu tak mau mendengarkan si janda selama beberapa waktu (19: 3-4). Pada akhirnya si hakim bersedia mendengarkan dia dan memberi garansi keadilan yang akan diterima sang janda. Mengapa hakim itu akhirnya menyerah pada si janda? Janda itu selalu merengek dan terus menggangu dia tentang persoalannya sampai si hakim tak bisa lagi menghindarinya
Dari kisah itu, ada dua point penting yang berhubungan dengan soal hidup doa seorang beriman. Pertama, doa itu tidak berarti kita memberi Allah permohonan dan menungguNya dengan berdiam diri sampai ALlah berbuat sesuatu. Berdoa lebih sikap aktif untuk menyatakan perasaan dan kepercayaan kita pada Tuhan, sembari kita sendiri aktif mengusahakan perubahan yang memungkinkan doa kita terkabul. Kita bekerja sama dengan Allah sampai doa kita terkabul.
Kedua, berdoa juga mengajari kita untuk mengunggu pada saatnya Dia bertindak? Berapa lama menunggunya? Kita tidak pernah tahu kapan Tuhan akan menjawabnya. Namun yang pasti kita yakin bahwa Allah berbuat pada saat yang tepat. Sang janda itu tidak menunggu Tuhan, tapi dia menunggu bersama Tuhan. Doa membuat orang tidak kehilangan kesabarannya. Jangan pernah kehilangan hati kita saat berdoa…
Doa itu lebih mengubah hati kita dari pada mengubah Allah! Karena Allah tidak pernah berubah dari dulu sampai sekarang………