Nilai penting sebuah tanggung jawab

Nilai penting sebuah tanggung jawab

Rabu, 17 November 2021

Luk 19:11-28

            Sejak kecil, orang tua kita melatih keutamaan-keutamaan hidup, seperti rasa tanggung jawab, disiplin dan belas kasih kepada sesama.  Itulah saat-saat kita belajar mengenai nilai-nilai kehidupan dan iman kristiani. Kedewasaan seseorang salah satunya dapat diukur dari seberapa besar sikap tanggung jawab. Injil hari ini berbicara mengenai perumpamaan talenta yang mengungkapkan bagaimana Allah menghendaki setiap orang untuk bertumbuh dan berkembang dengan kebebasan hati. Allah senantiasa memberikan kebebasan manusia untuk memutuskan. Allah mempunyai rencana dan kita diundang untuk terlibat dan berpartisipasi aktif dalam rencana Allah tersebut.

            Kerajaan Allah yang digambarkan dalam perumpamaan talenta ini mengajarkan mengenai pentingnya sikap tanggung jawab dan sikap antusias dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab. Sikap tanggung jawab itu ditunjukkan oleh hamba pertama dan kedua. Mereka bekerja dengan sungguh-sungguh dan menghasilkan buah. Tuan yang menitipkan talenta itu memuji hamba yang bekerja dengan setia dan bertanggung jawab dan sebaliknya tuan itu menghukum hamba yang hanya duduk dan tidak melakukan suatu usaha apapun. Itulah hamba yang bersikap ‘dingin’ (tidak antusias) dalam menjalankan tugas atau misi yang diamanatkan kepadanya. Ia menunjukkan usaha dan sikap tanggung jawab yang pantas dipuji. Tuan itu tidak memperhitungkan hasil yang diperoleh tetapi memperhitungkan seberapa besar tanggung jawab dan kesetiaan dalam menjalankan tugas. Hamba yang mengubur talenta itu adalah hamba yang tidak berani mengambil risiko, sikap acuh dan hati yang dingin serta tidak adanya tanggung jawab. Hamba pertama dan kedua mengembangkan talenta tersebut dan menghasilkan buah.

            Perumpamaan ini menggambarkan bahwa Allah memberikan rahmat dan anugerah-anugerah kepada setiap orang untuk dibaktikan. Kita diundang untuk melatih diri dengan menjalankan tanggung jawab meski dalam hal-hal sederhana, tugas-tugas harian. Sikap tanggung jawab dan kesetiaan itulah mengantar kita kepada keselamatan. “Setiap orang yang mempunyai, ia akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, daripadanya akan diambil” Menjalankan tanggung jawab dengan kesetiaan juga mengantar kita kepada kekudusan, seperti yang dikatakan oleh Paus Fransiskus, “…kekudusan ada dalam kesabaran umat Allah: dalam diri orang tua yang membesarkan anak-anaknya dsb…dan menjalani hidup kita dalam cinta” dalam  Gaudete et Exsultate, no. 7.

“Tuhan Yesus, jadilah penuntun hati kami dan Guru atas kami. Penuhilah kami dengan roh kemurahan hati dan kesetiaan yang memampukan kami untuk membaktikan anugerah, talenta, bakat kami demi kemuliaan NamaMu”

Comments are closed.
Translate »