Ibadat yang sejati
Jumat, 19 November 2021
Luk 19:45-48
Ada kecenderungan dalam hidup kita untuk mengerjakan beberapa pekerjaan dalam waktu yang sama. Seperti sebuah laptop, semua lembar kerja dapat ditampilkan dalam satu layar (multitasking atau tugas ganda) yangmemudahkan orang dalam mengerjakan beberapa hal dalam waktu yang sama. Sebagai contoh, ketika mengikuti kelas secara daring, kita nyambi makan, mendengarkan musik, atau ngobrol dengan teman. Hal itu menyebabkan perhatian kita tidak fokus. Hasil pekerjaan kita pun menjadi tidak maksimal. Perhatian yang terbagi tak jarang juga terjadi ketika kita berdoa dan beribadat. Kita begitu sibuk dengan gadget, smartphone, ketika perayaan ekaristi. Kita pun tidak bertahan lama dalam melakukan adorasi, kunjungan sakramen, meditasi dan pemeriksaan batin sehingga kita memilih untuk membaca buku bacaan rohani. Sikap tidak fokus dan perhatian yang terbagi ketika beribadat dan berdoa, inilah yang hendak dikritik oleh Yesus ketika mengusir para pedagang dan penukar uang yang berada di Bait Allah. Tindakan Yesus ketika memasuki kota Yerusalem dan masuk ke bait Allah menjadi suatu tindakan kenabian yang hendak meluruskan dan mengajarkan suatu sikap iman yang benar. Yesus mengundang kita untuk berdoa dan beribadat dengan kesungguhan hati dan keseriusan.
Yesus mengajarkan kepada kita untuk melakukan peribadatan dan doa dengan kerendahan hati, ketaatan dalam mendengarkan pengajaran dan hati yang suci murni dalam beribadah. Dengan demikian Sabda Allah akan mampu mengubah dan mengantar kita kepada pertobatan, hidup yang menyerupai Kristus sendiri. Allah hendak mengajar kita untuk bertumbuh dalam kekudusan. Tuhan Allah mengajar dan mendisiplinkan kita serta menuntun kita dari perbuatan dosa menuju jalan kebenaran dan keadilan. “Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusanNya” (Ibr 12:10). Apakah kita mengijinkan Allah untuk mengubah hidup kita lebih baik menuju jalanNya dalam cinta dan kekudusan?
“Tuhan Yesus Kristus, Engkau menyambut semua orang masuk dalam rumahMu. Buatlah hati kami dipenuhi Roh Kudus dan tariklah kami untuk dekat kepadaMu serta penuhilah kami dengan kemurahan hati, rasa syukur serta sukacita. Semoga kami mampu menjadi pelaksana SabdaMu”