“Waspada dan berjaga !”
Selasa Pekan Biasa XXXIV, 23 November 2021
Bacaan: Daniel 2:31-45; Lukas 21:5-11
Kita berada di penghujung Tahun Liturgi Gereja, yang segera akan berakhir. Pada hari ini Tuhan Yesus ingin membuka mata hati kita akan realita yang tidak selalu menyenangkan, yang sedang dan akan melanda dunia kita termasuk diri kita semua. Bait Allah akan hancur dan memang sudah hancur di tahun 70 setelah Yesus wafat, begitu pun sekarang ini banyak gereja sudah tutup, dijual dan bahkan beralih fungsinya, yang banyak terjadi di negara Barat. Ini menjadi tanda bahwa iman kita kepada Tuhan tidak boleh melekat pada gedung dan rumah ibadat, karena seringkali tempat atau bagunan begitu diutamakan, namun iman dan sikap hidup diabaikan. Itu pula yang sekarang ini terjadi, kemegahan rumah ibadat terkadang tidak disertai dengan kemegahan iman umatnya, termasuk kita semua.
Tuhan Yesus juga mengajak kita untuk tetap waspada dan berjaga karena ada berbagai ajaran sesat mulai muncul dan terus bermunculan di dunia ini. Kitab Suci dan nama Tuhan sering digunakan untuk menyesatkan dan ternyata sudah banyak yang terseret ke dalamnya. Sejak awal Yesus sudah mengingatkan realita ini, karena kuasa jahat akan terus berusaha menghancurkan manusia dan menarik kita jauh dari Tuhan bahkan untuk memisahkan kita dari Tuhan. Begitu pula berbagai kejadian alam sekarang ini menunjukkan betapa rusaknya dunia kita, yang dirusak oleh kita sendiri yang tinggal di dalamnya. Berbagai kejahatan dan bahkan mengatasnamakan Tuhan dan agama pun sudah terjadi sekarang ini. Realita ini akan membuat hidup manusia menjadi tercemar. Situasi ini telah digunakan pula oleh berbagai kelompok untuk membuat ramalan palsu tentang akhir jaman yang segera akan datang. Jika kita tidak waspada, maka kita juga akan terseret ke dalamnya, menjadi yakin dan hidup dalam ketakutan.
Saatnya sekarang ini kita membangun sikap waspada dan berjaga, sehingga kita tidak lengah dan kehilangan iman kepada Tuhan. Relasi yang dekat dengan Tuhan harus selalu kita perdalam. Kita harus belajar dari berbagai tanda jaman dan realita yang selama ini terjadi, supaya kita mulai membangun sikap iman dan bertobat. Dunia ini hanya bisa berubah jika dimulai dari diri kita masing-masing. Marilah kita semakin mengandalkan Tuhan, membangun sikap iman yang tulus tanpa melekat pada hal-hal duniawi yang sementara.