Kita Diutus untuk Mewarta dan Bertindak!

Kita Diutus untuk Mewarta dan Bertindak!

Yes 30:19-21,23-26; Mat 9:35-10:1,6-8

Sabtu Adven Pekan I

Injil hari ini dimulai dengan pernyataan secara ringkas mengenai pelayanan Yesus dengan mengatakan, “Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Surga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.” Melalui ringkasan ini, Yesus digambarkan sebagai Mesias dalam perkataan dan perbuatan. Ringkasan pernyataan ini berfungsi sebagai pengantar bagi misi dimana Yesus memanggil kedua belas murid-Nya (Matius 10:1-42). Dengan menempatkan Pendahuluan seperti ini, Matius bermaksud menyampaikan bahwa misi para murid adalah satu dan merupakan kelanjutan dari misi Yesus. Seperti Yesus, mereka juga dipanggil untuk mewarta dan bertindak. Mereka dipanggil, seperti Yesus, untuk membuat Kerajaan yang mereka wartakan menjadi sebuah kenyataan.

Injil hari ini mengajak kita untuk memahami bahwa misi para murid bukanlah kegiatan sukarela yang diprakarsai oleh mereka; melainkan, mereka dipilih, diberi wewenang, dan diutus oleh Allah melalui Yesus. Itu adalah otoritas-Nya yang dengannya mereka diutus. Mereka harus berbicara dan bertindak dalam nama Yesus. Isi dari pewartaan mereka adalah bahwa kerajaan surga memang telah datang. Ini adalah kerajaan yang tidak teoritis tetapi sangat praktis dan membumi. Oleh karena itu, pewartaan lisan harus dibarengi dengan tindakan konkrit. Tindakan yang mereka lakukan adalah tindakan penyembuhan dan menghilangkan kelemahan-kelamahan akibat dosa. Sebagaimana kerajaan surga diberikan Tuhan secara cuma-cuma, maka pemberitaan dan tindakan mereka juga harus dilakukan dengan bebas dan tanpa bayaran. Kerajaan Tuhan tidak dapat dibeli dan tidak perlu dibeli, karena itu adalah pemberian Tuhan secara cuma-cuma.

Saudari-saudaraku yang terkasih, misi yang Yesus berikan untuk para murid-Nya berlanjut sampai hari ini dan berlaku untuk kita semua. Itu adalah sebuah misi yang harus terdiri dari pewartaan dan tindakan. Artinya, kata-kata yang diucapkan harus menjadi kata yang menguatkan dan membangun. Tindakan yang dilakukan harus merupakan tindakan yang menyembuhkan dan membuat utuhnya kemanusian. Tuhan akan datang kepada kita masing-masing dalam kebutuhan kita, dalam kerentanan kita, juga memandang kita masing-masing untuk menjadi pekerja di panen-Nya, untuk menjadi saluran kehadiran belas kasih-Nya bagi mereka yang lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Seperti dalam bacaan Pertama hari ini, Nabi Yesaya mengungkapkan bahwa Tuhan selalu siap untuk membalut luka umat-Nya. Semoga Tuhan memampukan kita untuk selalu tergerak oleh belas kasihan kepada sesama, sama seperti Yesus sendiri.

Tuhan memberkati!

Comments are closed.
Translate »