MOTIVASI MENGIKUTI YESUS

MOTIVASI MENGIKUTI YESUS

Sabtu, 8 Januari 2022


Yohanes 3:22-30

Yohanes menegaskan bahwa kehadirannya adalah untuk menyiapkan jalan bagi Tuhan Yesus. “Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya.”(Yoh 3:28). Sekalipun Yohanes memiliki banyak pengikut namun ia tidak jatuh pada kesombongan dan tidak melupakan tugas dan tanggung jawabnya. Sebaliknya, dengan kerendahan hati, Yohanes mendorong dan mengajak murid-muridnya untuk datang dan percaya kepada Kristus. ” Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.”(Yoh 3:30).

Kesaksian hidup Yohanes pembaptis menujukan bahwa Yesus Mesias adalah pusat dan sumber hidup, damai dan keselamatan  setiap orang. Dengan demikian semua orang diundang kepada-Nya. “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. (Mat 11:28-29).

Undangan sudah diberikan kepada manusia oleh Allah. Sekarang tinggal jawaban apa yang akan disampaikan manusia kepada Allah. “Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang.”(Mat 22: 2-3). Betapa kecewa hati Allah ketika tahu bahwa manusia menolak belaskasih yang Dia tawarkan kepada mereka. Oleh karena itu, perlu motivasi kuat dan kesadaran terlebih dahulu sebelum seseorang menjawab dan bersedia mengikuti Yesus. Sebab jika seseorang hanya ikut-ikutan atau sekedar formalitas dalam mengikuti Kristus, maka ia juga tidak menemukan apa-apa dalam imannya, karena ia belum sungguh-sungguh percaya kepada-Nya.

Dengan demikian, ajakan Yohanes pembaptis untuk mengikuti Kristus adalah ajakan untuk berani percaya kepada Kristus.Mengikuti bukan setengah-setengah, akan tetapi mngikuti dengan sepenuh hati, akal budi, dan kekuatan. “Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu”.(Mat 22:37).

Rm Didik,  CM 

Comments are closed.
Translate »