Ketaatan kepada kehendak Allah akan membawa kita kepada kelimpahan berkat dalam kehidupan ini

Ketaatan kepada kehendak Allah akan membawa kita kepada kelimpahan berkat dalam kehidupan ini

2 Samuel 15:13-14, 30; 16:5-13

Markus 5:1-20

Saudara-saudariku terkasih,

    Salah satu keutamaan dalam kehidupan beragama ialah ketaatan. Oleh karena itu bagi mereka yang hidup membiara, “ketaatan” merupakan satu commitment dalam kaul-kaul kebiaraan mereka untuk menghantar mereka lebih dekat kepada kehendak Allah.

    Perikope injil Markus hari ini sangat tegas berbicara tentang “ketaatan” itu. Tidak lama sebelum perikope injil hari ini, dalam Injil Markus 4:35-41″Angin ribut diredakan”… dikatakan bahwa …Yesus menghardik angin itu dan berkata kepda danau itu: Diam! Tenanglah! Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.” Peristiwa itu membuat para murid bertanya: “Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepadaNya.” Lalu dalam injil hari ini Yesus sekali lagi melakukan mukjijat. “Yesus mengusir roh jahat dari orang Gerasa. Yesus mengatakan kepadanya: Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!” Roh jahat itu keluar dan memasuki babi-babi dan ribuan babi-babi terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas. Orang banyak yang melihat kejadian itu mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka. Orang yang disembuhkan itu diperintahkan untuk memberitakan kepada orang-orang sekampungnya apa yang telah terjadi dengannya, dan iapun pergi memberitakan apa yang telah Yesus perbuat atas dirinya dan mereka semua menjadi heran. Disini kita kembali melihat betapa mereka semua melihat, percaya dan taat kepada Yesus, melakukan apa yang Yesus perintahkan kepada mereka. Kita semua yang telah menjadi pengikut Yesuspun bisa belajar dari orang yang kerasukan itu untuk taat kepada kehendak Allah, taat kepada Yesus.

    Orang itu pergi dan mulai mewartakan kepada orang di Decapolis apa yang Yesus telah perbuat kepadanya. Semua orang dikatakan sangat heran akan apa yang telah terjadi dan yang telah mereka lihat. Menghadapi dunia sekarang ini yang sedang dilanda oleh pelbagai masalah baik politik, ekonomi, kesehatan dalam masa pandemic ini maupun kisruh antar suku, golongan dan agama akan menjadi tentram dan damai kalau semua orang dapat dan bisa saling menghargai martabat hidup sesama, saling menghormati dan saling melayani. Dunia inipun akan damai dan tentram kalau kita  semua mau terbuka untuk saling mendengarkan dan membagi pengalaman kebaikan Allah atas diri kita masing-masing, apa yang telah Tuhan perbuat untuk kita secara pribadi maupun bersama sebagai satu komunitas keluarga anak-anak Allah.

    Oleh karena itu saudara-saudariku terkasih! Kalau hari ini anda mendapat kesempatan untuk menghadiri perayaan Ekaristi, persembahkan niat dan intensi anda untuk mendoakan dan mewartakan apa yang telah anda peroleh serta alami kebaikan dan kasih setia Allah. Kiranya itulah project anda hari ini untuk mewartakan kebaikan dan kasih serta kehadiran Allah dalam perjalanan kehidupan anda dan keluarga serta komunitas dimana anda berada. Amin.

Comments are closed.
Translate ยป