Allah memenuhi hati kita yang lapar

Allah memenuhi hati kita yang lapar

1 Raja-Raja 3:4-13

Markus 6:30-34

Saudara-saudari terkasih,

    Lapar, rasa lapar sudah menjadi pengalaman dasar/hakiki dari setiap orang. Sudah sangat pasti biliunan manusia di planet bumi ini dalam pelbagi situasi dan kondisi mengalami jenis, tingkat kelaparan yang berbeda-beda. Oleh karena itu proses, cara dan kebutuhan untuk mengatasi tingkat kelaparan itupun berbeda-beda.

    Sementara rasa sakit dari kelaparan yang mendalam baik physically maupun spiritually serta tingkat dan proses penanggulangannyapun akan sangat berbeda satu dari yang lain. Lapar akan arti dan makna kehidupan serta jawabannya bukan tidak mungkin dapat dihadapi dan dialami oleh setiap orang. Lapar akan perhatian dan cinta Allah dalam kehidupan ini akan sangat mungkin dirasakan oleh setiap orang yang percaya akan kekuasaan dan kehadiran Allah.

    Bacaan Injil hari ini, Jesus mengetahui betapa laparnya mereka yang sudah sekian lama mengikuti Dia. Meskipun Yesus telah meningatkan para muridnya untuk menarik diri sejenak dan beristirahat, orang banyak masih terus mengikuti Dia. Yesus melihat dan membaca keadaan itu, Yesus mengambil inisiatip untuk pergi ke tempat yang sunyi supaya bisa beristirahat karena orang banyak itu terus mengikuti Dia sampai makanpun Ia tidak sempat. Tetapi ketika Yesus melihat orang banyak yang datang mengikutiNya, maka tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan kepada mereka. Yesus melihat kerinduan mereka yang sangat mendalam akan kehadiran seseorang yang akan bisa menjadi pemimpin mereka. Dalam Injil hari ini dikatakan bahwa mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Keputusan akhirnya bahwa Yesus mulai mengajakan banyak hal kepada mereka.

Saudara-saudari terkasih,

    Allah tidak hanya mengetahui apa yang kita rindukan, tetapi Allah juga memenuhi kebutuhan kita yang merindukannya. Inilah bukti yang dapat kita jumpai dalam bacaan Injil hari ini dan juga dalam 1 Raja-Raja dari bacaan pertama hari ini dimana kepada Salomo Allah berfirman: “Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu.” Allah mengetahui bahwa Salomo lapar akan kasih setia Allah dan Allah memberikan kepada Salomo seorang anak yang kemudian menjadi raja.

    Hari ini Allah akan menyampaikan kepada anda dan saya: “Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu!” Saat ini dan menghadapi dunia zaman ini “kelaparan utama ” akan kasih setia Allah ialah “kesucian”. Kita harus terus menerus memohon kerinduan kita kepada kehadiran Tuhan. Semoga kita tak pernah akan berhenti memohon kejujuran, kesetiaan terhadap Tuhan seperti yang akan kita dan selalu kita peroleh dari meja korban dalam perayaan Ekaristi. Karena dari dan di meja altar itu Yesus akan selalu memenuhi hati kita yang lapar. Amin.

Comments are closed.
Translate ยป