BELAJAR RENDAH HATI
Markus 10:1-12
Yesus menyampaikan pesan kepada para murid-Nya supaya tdk bertegar hati atau berkeras hati, ketika Tuhan menawarkan bimbingan melalui Sabda-Nya agar mereka hidup dalam kebenaran dan damai. “Lalu kata Yesus kepada mereka: “Justru karena ketegaran hatimulah maka Musa menuliskan perintah ini untuk kamu.”(Mrk 10:5). Tuhan tidak pernah memaksa sebab setiap pribadi manusia dianugerahi kebebasan untuk memilih. Oleh karena itu jika seseorang tidak percaya pada Tuhan, dan berkeras hati dengan keyakinannya sendiri, maka Tuhan juga tidak bisa menyampaikan kebenaran-Nya di dalam hidupnya. Dengan demikian orang yang tegar hati akan memilih jalan sendiri diluar kehendak Allah, dan dengan demikian ia tidak bisa juga setia dalam mengikuti Kristus.
Oleh karena itu sikap yang dibutuhkan seseorang untuk bisa mendengarkan Sabda-Nya dan kebenaran yang tawarkan-Nya terlaksana adalah kerendahan hati. “Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.”(Efesus 4:2). Dengan sikap rendah hati, maka seseorang akan terbuka untuk menerima kasih dan kebaikan Tuhan kepadanya, serta setia untuk mengikuti-Nya. Tantangan yang muncul untuk rendah hati adalah diri sendiri. Oleh karena itu Yesus menyatakan kepada para murid-Nya kalau mereka ingin setia mengikuti-Nya maka ia harus menyangkal diri. “Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.”(Luk 9:23).
Dengan demikian, Yesus merindukan semua pengikut-Nya tidak terpisah dengan-Nya agar mereka menerima damai dan keselamatan. Cara untuk menuju ke sana adalah dengan membuang kesombongan dan ketegaran hati lalu menjadi rendah hati sehingga Tuhan bisa membimbingnya dalam kebenaran dan kesetiaan. “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.”(Mat 11:29).
Rm. Didik, CM