MENGIKUTI KRISTUS

MENGIKUTI KRISTUS

Senin, 28 Februari 2022


Markus 10:17-27

Yesus mengajak para murid-Nya untuk berjuang menjadi pribadi yang semakin baik menuju kesempurnaan. (Mat 5:48). Proses untuk menjadi baik atau sempurna dimulai dari hati mereka yang percaya kepada Allah yang telah mengutus Yesus Kristus menjadi juruselamat dunia. Setelah seseorang percaya kepada Allah maka ia akan mau mengikuti-Nya. Arti mengikuti adalah berpikir,  berhati dan bertindak seperti Yesus Kristus.  “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,”(Filipi 2:5). Dengan demikian mengikuti Kristus berarti melakukan semua yang dikehendaki Allah.

Tanda dan bukti bahwa seseorang melakukan kehendak Allah adalah berani hidup seperti Kristus, yaitu mentaati semua hukum Allah atau hukum Taurat yang mengatur dan menjaga relasi yang harmonis manusia dan Allah dan manusia dengan sesamanya. (Lih. Mrk 10:19). Dan kemudian setelah seseorang percaya kepada Allah maka ia akan berani meninggalkan segala-galanya, dalam pengertian tidak terlekat dengan semua yang “dimilikinya”. “Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: “Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” (Mrk 10: 21).

Oleh karena itu, untuk menjadi sempurna atau menjadi pribadi yang semakin baik meperlukan proses  yang panjang bahkan seumur hidup manusia,  sebab mengikuti Kristus tidak bisa berhenti ditengah jalan, ia harus melewati jalan yang dilalui Yesus sampai tujuan akhir yaitu Kebangkitan. “Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,  dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” (Yoh 11:25-26).

Rm. Didik, CM 

Comments are closed.
Translate »