TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN

TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN

Selasa, 15 Maret 2022


Matius 23:1-12

Setiap murid Kristus dipilih untuk ambil bagian dalam karya keselamatan menghadirkan Kerajaa  Allah. Dengan demikian mereka dipilih bukan untuk cari keselamatan dirinya sendiri. Sebaliknya  mereka dipanggil dan pilih untuk memikirkan keselamatan sesama. Dengan memberikan diri untuk keselamatan orang lain berarti juga menyelamatkan diri mereka sendiri. Sebaliknya jika hanya memikirkan dirinya sendiri, ia tidak punya arti apa-apa sebagai murid Kristus.
Dengan demikian jika seseorang hanya mementikan dirinya sendiri hal itu bertentangan hakekatnya sebagai orang-orang terpilih dan juga bertentangan dengan apa yang diajakan oleh Yesus. “Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.”(Luk 9:24).

Oleh karena itu, sebagai murid Kristus, mereka dipercaya dan memiliki tanggung jawab besar guna terwujudnya kedamaian dan kesejahteraan bersama bagi seluruh umat manusia, melalui peran dan karya dari masing-masing orang/murid. Dengan keberanian memberikan diri di dalam pelayanan, mereka telah mewujudkan iman mereka yang sejati, sebab iman tanpa disertai dengan perbuatan pada hakekatnya mati. “Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.”(Yakobus 2:26).

Siapakah mampu melakukan semua itu? Jika seseorang hanya melihat dirinya sendiri akan pasti ia tidak bisa berbuat apa-apa, tetapi jika seseorang menyadari penyertaan dan kebersamaannya dengan Kristus maka semua yang bagi manusia mustahil, akan menjadi terlaksana. Kata Yesus: “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.”(Luk 18:27).Bagaimana agar kekuatan Allah bekerja di dalam diri manusia? Kuncinya adalah iman dan kerendahan hati. Seseorang bisa percaya/menginani Allah karena sikap rendah hati, dan orang yang rendah hati akan semakin menyadari kerapuhannnya sebagai manusia sehingga ia akan mengandalkan Allah. Dan jika Allah sudah bertindak tidak ada yang tidak bisa terjadi, artinya semuanya menjadi mungkin dan terlaksana. Oleh karena sikap demikian maka Allah meninggikan orang tersebut dengan menarik-Nya sebagai orang yang dekat dengan-Nya. “Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”(Mat 23:12).

Rm. Didik, CM

Comments are closed.
Translate »