DEKAT DENGAN TUHAN
Jumat, 17 Juni 2022
Matius 6:19-23
Kehidupan adalah anugerah Allah, sebab Dialah yang memiliki hidup ini. Oleh karena itu, pada hakekatnya setiap orang tidak bisa dipisahkan dengan Allah penciptanya. Jika terpisah maka manusia akan kehilangan daya hidupnya. “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”(Yoh 15:5).
Dengan demikian di dalam kedekatan relasi dengan Tuhan Yesus, seseorang akan memiliki kelimpahan kekayaan rohani yang datang dari Allah, sebab di dalam Yesus Kristus manusia menemukan Sang Penyelamat yang diutus-Nya. Oleh karena itu, Yesus mendorong para murid untuk mengupayakan menerima apa yang dimiliki oleh Allah sendiri, sebab apa yang diberikan oleh Allah adalah damai sejahtera dan keselamatan. “Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.”(Mat 6:20-21).
Dengan demikian, ketika seseorang bersatu dengan Tuhan Yesus, ia bersatu dengan Allah Bapa, dan ia akan menerima “hidup yang mulia” dari -Nya. “Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau”(Yoh 17:22). Oleh karena itu, Yesus tidak henti-hentinya mendorong para murid-Nya untuk datang kepada-Nya dan bersatu dengan-Nya. Dan kedekatan dengan Kristus bisa terjadi saat mereka banyak berbuat baik kasih kepada sesamanya, terutama bagi mereka yang menderita. “Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”(Mat 25:40).
Didik, CM