KESADARAN IMAN

KESADARAN IMAN

Senin, 27 Juni 2022



Matius 8:18-22

Tuhan Yesus mengajak para murid untuk beriman dengan sadar. Dengan demikian Yesus mengingatkan kepada mereka bahwa percaya kepada Kristus tidak berhenti pada pengakuan akan Yesus sebagai Sang Juruselamat tetapi harus siap mengikuti jalan hidup-Nya. “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.”(Luk 14:27). Jika seseorang sadar akan panggilnnya, maka ia akan dengan kerelaan dan sukacita melakukan apa yang berkenan dihadapan Allah. Sebaliknya jika tidak memiliki kesadaran yang baik, ia tidak akan berubah apa-apa dan pola hidupnya akan sama seperti dulu, sebelum mengenal Kristus.

Dengan demikian setiap murid Kristus diajak dengan kesadarannya untuk berani mengambil pilihan hidup yang sulit namun membawa buah-buah kebaikan. “Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.”(1 Petrus 3:17). Oleh karena itu tidak akan ada perubahan yang baik, jika tidak ada keberanian berkurban.  Jalan yang dilalui murid-murid Kristus adalah jalan telah dilewati Guru dan Tuhan mereka , yang telah sampai pada kemuliaan dan kebangkitan. Jalan yang sempit dan sulit tetapi berakhir pada kedamaian, suka cita dan keselamatan. “Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.”  (Mat 7:13-14).

Dengan demikian kesadaran iman adalah yang penting. Kesadaran tersebut akan tetap kuat ketika seseorang memiliki relasi yang dekat dengan Tuhan. Roh Kuduslah yang akan membimbingnya, sehingga ia memiliki keberanian untuk melakukan hal-hal yang baik di dalam hidupnya. “Roh Allah telah membuat aku, dan nafas Yang Mahakuasa membuat aku hidup.”(Ayub 33:4). Oleh karena itu, untuk bisa melakukan kehendak Allah : hidup dalam kebenaran,  tidak cukup usaha manusia namun juga karena imannya akan Allah yang memberinya kekuatan. “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Filipi 4:13).

Didik, CM 

Comments are closed.
Translate »