MELIHAT IMAN
Senin, 4 Juli 2022
Matius 9:18-26
Yesus hadir untuk membawa harapan dan keselamatan bagi orang-orang yang percaya. Oleh karena itu, sebelum seseorang menerima pengampunan, kesembuhan dan keselamatan maka diperlukan iman(percaya) kepada-Nya. “Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: “Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.” (Mat 9:18). Sebaliknya jika seseorang tidak percaya atau ragu-ragu dan lebih percaya pada dirinya sendiri, maka ia tidak akan menerima apa-apa dari Tuhan. Oleh karena itu, perlu dorongan dari hati agar seseorang bisa menerima kasih karunia-Nya. “Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. Karena katanya dalam hatinya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” (Mat 9:20-21).
Dengan demikian jawaban iman dari manusia sangat diperlulkan untuk bisa berjalan bersama dengan Tuhan Yesus. Jawaban tersebut sebagai tanda dan bukti bahwa manusia menyadari akan siapa dirinya dihadapan Allah. Mereka bukan siapa-siapa lagi, jika Roh Allah tidak memberikan hidup-Nya (Roh). Setinggi apa pun statusnya, mereka semua tetaplah sebagai manusia yang tidak berdaya jika tanpa penyertaan dan belas kasihan dari Allah. Oleh karena itu, setiap pribadi manusia diundang-Nya untuk tidak jauh dari-Nya, agar mereka bisa menerima damai sejahtera di dalam hidup. “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”(Mat 11:28).
Ketika seseorang menumbuhkan imannya, tantangan akan selalu ada yang muncul dirinya sendiri, yaitu berupa keragu-raguan. Oleh karena itu, untuk bisa beriman dengan mantap seseorang perlu keberanian perpertaruhkan hidupnya pada Penyelengaraan Ilahi (Allah). Oleh karena itu keraguan akan kebaikan Tuhan perlu dibuang. Tuhan akan melihat pertama-tama apa yang ada di dalam hati manusia. “Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!” (Mrk 2:5). Setelah melihat iman anak-anak-Nya, maka Allah akan hadir menyertai dan menjaganya.
Didik, CM