MELEWATI MASA YANG SULIT

MELEWATI MASA YANG SULIT

Kamis,15 September 2022



Yohanes 19:25-27

Bunda Maria adalah pribadi yang setia dan taat pada kehendak Allah. Kesetiaanya bisa dilihat bagaimana ia selalu berada di dekat Yesus puteranya dan turut merasakan pederitaan-Nya hingga di bawah kayu Salib. “Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!” (Yoh 19:25-26)

Apa yang dilakukan Bunda Maria adalah ungkapan iman dan kasihnya kepada Yesus Kristus. Dengan iman dan kasih tersebut, Maria berani menghadapi peristiwa-peristiwa yang tidak semua mudah untuk dihadapi, bahkan harus menerima pengalaman pahit dan pedih ketika ia melihat dan mendampingi Yesus didera, dan di salibkan di Golgota. Peristiwa demi peristiwa bisa dilewati oleh Bunda Maria karena ia percaya akan rencana dan kehendak Allah yang  baik. “Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.”(Luk 1:38).

Dengan demikian, Bunda Maria memberikan pemahaman dan teladan bahwa perjalanan setiap orang di dalam perziarahan hidup menuju pada kebaikan dan kemuliaan itu merupakan perjalanan iman memanggul salib. Setiap peristiwa dalam perjalanan tersebut merupakan merupakan tahapan yang penting yang harus dilewati agar seseorang bisa masuk ketahapan berikutnya dan seterusnya hingga akhirnya sampai pada puncak kemenangan dan kemuliaan, yaitu hidup yang dikehendaki oleh Allah: hidup dengan baik, suka cita, kasih, damai dan selamat.

Didik, CM 

Comments are closed.
Translate »