PERTUMBUHAN IMAN
Sabtu, 17 September 2022
Lukas 8:4-15
Yesus menyampaikan pesan tentang iman dan pertumbuhannya dengan suatu perumpaaan benih yang ditaburkan ke beberapa jenis tanah diantaranya adalah tanah di tepi jalan, tanah berbatu, tanah berduri, dan tanah yang subur. Tanah yang subur adalah yang paling siap untuk menerima benih tanaman dan tumbuh, yaitu mereka yang menerima benih iman Kerajaan Allah di dalam hatinya dan bertumbuh dengan baik hingga berbuah lebat. “Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.”(Luk 8:15).
Oleh karena itu setiap orang yang ingin bertumbuh dalam keutamaan-keutamaan Injil, maka perlu menyiapkan hati dan berusaha untuk menyediakan waktu untuk selalu menyadari akan kasih dan penyertaan Allah. Dengan demikian pertumbuhan benih Sabda Allah tersebut tidak bisa dilepaskan dengan relasi dengan Allah sendiri, karena Dialah yang mampu menumbuhkan kebaikan di dalam diri manusia. Jadi bukan karena manusianya yang hebat, tetapi yang hebat adalah Tuhan yang mampu mengerjakan semua sampai benih Kerajaan Allah tersebut bisa berbuah lebat dalam tindakan-tindakan kasih. “Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.”(1 Kor 3:6-7).
Dengan demikian, dari pihak manusia diharapkan bisa berkerja sama dengan Roh Kudus dengan cara; menyediakan tanah yang baik, yaitu hati yang tidak keras, namun rendah hati dan penuh percaya, yang selalu rindu untuk dekat dengan Tuhan dan melakukan kehendak-Nya. “Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.”(Luk 1:38). Dengan sikap yang rendah hati, seseorang akan dipercaya oleh Allah untuk bisa menjadi sarana keselamatan bagi sesamanya.
Didik, CM