TUHAN MELIHAT HATI
Selasa, 4 Oktober 2022
Lukas 10: 38-42
Yesus menyatakan bahwa apa yang dikehendaki Allah adalah sikap yang selalu percaya, rindu untuk mendengarkan Sabda-Nya dan setia untuk melakukan kehendak-Nya. “Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,”(Luk 10:39). Oleh karena itu dihadapan Allah yang terpenting bukan kuantitas atau jumlah kesibukan yang dilakukan, namun seberapa dalam iman dan kasihnya kepada Tuhan. Jika banyak yang telah dilakukan oleh seseorang, namun hatinya jauh dari Tuhan, maka semuanya tidak berarti apa-apa dihadapan Allah. “Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”(Luk 10:41-42).
Dengan demikian, masing-masing orang yang telah mengikuti Kristus, perlu melihat ulang apakah relasi yang dijalin dengan Kristus telah membawanya pada relasi personal yang diikat oleh kasih dan ketulusan hati? Jika seseorang telah berada didekat Yesus dengan hati yang selalu rindu pada-Nya, maka ia akan menerima hidup dan damai-Nya. Hal itu berarti, ia tidak jatuh pada kesibukan yang tidak perlu untuk mendapatkan pengakuan-pengakuan diri dari sesamanya, sebaliknya ia akan semakin sederhana dan melakukan dari hal-hal yang kecil dan biasa, dengan sepenuh hati untuk memuliakan Allah. Sebab Allah pun juga melihat apa yang ada di hati manusia, dan kerenanya, Dia akan menghadirkan damai-Nya kepada mereka yang dekat hatinya kepada-Nya. “Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”(1 Samuel 16:7).
Didik, CM