PENYERAHKAN DIRI KEPADA ALLAH

PENYERAHKAN DIRI KEPADA ALLAH

Jumat, 7 Oktober 2022



Lukas 1: 26-38

Bunda Maria menjadi pribadi yang mampu mengispirasi semua orang beriman karena ia berani menyerahkan hidupnya kepada penyelanggaan Allah/ Ilahi, dengan iman dan ketaatan kepada-Nya. “Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.”(Luk 1:38). Oleh karena imannya, maka Allah bisa berkarya dalam hidup Bunda Maria. Ia dipercaya untuk melaksanakan panggilanya menjadi Bunda Tuhan Yesus dan menjadi Bunda bagi umat beriman.  “Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!” Kemudian kata-Nya kepada murid-Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.”(Yoh 19:26-27).

Dengan demikian apa yang dibutuhkan seseorang agar karya Roh Kudus bekerja di dalam hidupnya adalah keberanian untuk menyerahkan dihidup dan pergulatannya kepada Allah dengan penuh iman. “Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak”(Mazmur 37:5). Namun yang sering terjadi adalah keberanian itu penyerahkan diri tersebut sulit dilakukan. Mengapa? Kesulitan muncul dari dalam diri seseorang karena ada sesuatu, yaitu kurang percaya akan Allah Bapa yang Maha Baik. “Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: “Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?” Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya…”(Mat 17:19-20a). Oleh karena itu,  Bunda Maria menjadi teladan bagi semua orang beriman, agar mereka tidak perlu ragu lagi untuk percaya kepada Tuhan Yesus, yang datang untuk menyelamatkan umat manusia.

Dengan demikian, ketika seseorang telah berani menyerahkan hidupnya kepada Allah, maka segala kecemasan dan ketakutan akan diangkat, dan akan diganti dengan hal-hal yang baik dari Allah:  pengharapan dan suka cita rohani.
“Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”(Galatia 5:22-23)

Didik, CM 

Comments are closed.
Translate »