TANDA DARI ALLAH
Senin, 10 Oktober 2022
Lukas 11:29-32
Pada suatu ketika Yesus menyampaikan keprihatinannya soal orang-orang Yahudi yang menuntut tanda dan menolak serta tidak percaya kepada-Nya. “Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.”(Luk 11:29). Karena tidak percaya maka mereka tidak mampu menerima Sabda dan kebaikan-kebaikan Tuhan Yesus. Dengan demikian yang menghalangi Allah mencurahkan belas kasih-Nya kepada mereka adalah diri mereka sendiri. Sesuatu yang ironi, karena segala hal yang baik telah dilakukan di depan mata mereka, namun hati mereka tetap tertutup.
“Jawab Yesus kepadanya: “Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?” (Yoh 18:23).
Oleh karena itu, segala tanda dari Allah yaitu kasih dan pengorbanan Kristus tidak akan berarti apa-apa atau tidak mengubah sama sekali, ketika manusia tetap berkeras hati dan tidak membuka hati untuk menerima kehadiran-Nya. Padahal, maksud Allah adalah Yesus adalah tanda yang nyata untuk menyatakan kasih-Nya kepada umat manusia, namun mereka yang dikasihi Allah justru menolak-Nya. “Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini.”(Luk 11:30).
Sekalipun bangsa Israel sebagian menolak Kristus, namun rencana keselamatan Allah tetap terlaksana di dalam diri Yesus Kristus. Dia telah menderita, wafat , bangkit dan naik ke sorga, dan selalu mengetuk hati serta mengundang siapa pun yang berkehedak baik untuk mengikuti-Nya, untuk berjalan bersama di jalan kebenaran dan keselamatan. “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.”(Wahyu 3:20)
Didik, CM