SETIA BERBUAT BAIK
Rabu, 16 November 2022
Lukas 19:11-28
Yesus mengajar para murid-Nya untuk setia untuk melakukan kebaikan mulai dari yang sederhara atau yang kecil, demi kemuliaan Allah. “Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota.”(Luk 19:17). Dengan cara demikian maka setiap murid Kristus diajak untuk mengerjakan sesuatu yang rutin dan sederhana dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kehendak Allah. Oleh karena itu, mereka yang setia berbuat baik secara bertahap akan menjadi pribadi penuh damai dan berlimbah dengan karunia dari Allah. “Jawabnya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya.(Luk 19:26).
Dengan demikian, jika setiap orang setia mengikuti dan melakukan kehendalk Allah maka ia akan menjadi “Kaya” dihadapan Allah( kaya dalam hal-hal rohani) , dimana isi kekayaannya adalah kebaikan-kebaikan yang mereka telah lakukan dalam hidup sehari-hari dan kasih karunia Allah yang mereka terima. “Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.”(Luk 12:20-21).
Oleh karena itu, perjalanan hidup di dunia adalah kesempatan yang baik untuk menumbuh kembangkan kebaikan yang telah diterima dari Allah. “Ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka, katanya: Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali.”(Luk 19:13). Masing-masing orang dipercaya oleh Allah menerima kebaikan (kasih) agar apa yang diterimanya tersebut bisa berlipat ganda. Manusia telah menerima kemurahan dari Allah, selanjutnya mereka bertanggung jawab untuk mengembangkan dan memberikan kembali kepada Allah dalam kesetiaan berbuat baik tanpa pamprih atau maksud tertentu. “Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.”(Mat 10:8).
Didik CM