KEBANGKITAN DALAM KRISTUS
Rabu, 7 Juni 2023
Markus 12: 18-27
Yesus menyatakan padangan-Nya bahwa semua manusia akan meninggalkan dunia ini dan kemudian bangkit dalam hidup yang kekal. “Sebab apabila orang bangkit dari antara orang mati, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.”(Mrk 12:25). Akan tetapi padangan Yesus tersebut ditentang oleh orang-orang Saduki. “Datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya.”(Mrk 12:18). Mengapa mereka tidak percaya akan kebangkitan? Padahal didalam Kitab Suci sudah disebutkan bahwa Allah adalah Allah untuk semua bangsa, dan didalam Allah mereka memiliki hidup. “Dan juga tentang bangkitnya orang-orang mati, tidakkah kamu baca dalam kitab Musa, dalam ceritera tentang semak duri, bagaimana bunyi firman Allah kepadanya: Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Kamu benar-benar sesat!” (Mrk 12:26-27).
Dengan demikian, tidak semua orang mengerti dan tidak semua orang percaya akan adanya kebangkitan setelah kematian manusia. Oleh karena itu, melalui Yesus Kristus, Allah hadir dan menyatakan adanya kebangkitan, bukan lagi dengan kata-kata, melainkan dengan peristiwa kebangkitan Putra-Nya ; Yesus Kristus dari kematian, supaya mata semua manusia melihat dan percaya. “….Sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung. Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.
Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.”(Yoh 20:7-9).
Oleh karena itu, kebangkitan adalah hal yang nyata dan bagaimana bisa mengalaminya? Setiap orang yang percaya kepada Kristus Yesus akan menerima kebangkitan, seperti yang telah Sabdakan oleh Tuhan sendiri. Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini? ” (Yoh 11:25-26). Jika manusia percaya bahwa di dalam Kristus ada kebangkitan, maka mereka akan lebih memperhatikan bagaimana menjaga relasi yang baik dengan Tuhan Yesus dan menuruti apa yang dikehendaki-Nya. Sebaliknya jika mereka kurang percaya kepada-Nya, mereka tentu akan mengabaikan Tuhan dan semua Sabda atau ajaran-Nya, sebab itu semua bukanlah hal yang penting bagi mereka. Namun mereka tidak bertanya, kemana jiwa mereka berlabuh setelah kematian?
Didik, CM