Peringatan S. Skolastika, Perawan

Peringatan S. Skolastika, Perawan

Setibanya di seberang Yesus dan murid-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ. Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus. Lalu berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tikarnya kemana saja mereka dengar Yesus berada. Kemana pun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan menyentuh walaupun jumbai jubah-Nya saja. Semua orang yang menyentuh-Nya menjadi sembuh. (Mrk 6:53-56)

 

Berapa sering kita menyadari kehadiran Tuhan dalam hidup kita? Dalam bacaan injil hari ini, ketika Yesus dan murid-muridnya keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus. Mereka tidak hanya bahwa Yesus datang ditengah-tengah mereka, mereka pun meminta Dia untuk menyembuhkan mereka yang sedang sakit.

Injil Hari ini mengajak kita untuk merenungkan dua hal. Pertama: pertanyaan kepada kita masing-masing, apakah saya selalu menyadari kehadiran Tuhan dalam hidupku? Kadang-kadang kita kurang menyadari kehadiran Tuhan dalam rutinitas hidup kita. Dalam keseharian hidup kita yang selalu disibukan dengan berbagai macam hal yang kita kerjakan, hampir pasti konsentrasi kita kepada hal yang urgent daripada hanya sekedar menyadari Kehadiran Tuhan apalagi mengikutsertakan Tuhan dalam menghadapi situasi real kita. Ada ide menarik bahwa Tuhan selalu bekerja melalui orang lain dalam hidup kita dan juga kita dapat temukan Tuhan dalam hal-hal kecil. Dalam sense ini, tugas kita menjadi lebih real adalah mencoba menemukan kehadiran Tuhan ditempat yang mungkin kita tidak mudah menemukan Tuhan. Mungkin orang lebih mudah menyadari Tuhan kalau sedang berada dalam kesulitan hidup dari pada orang yang sukses. Atau sebaliknya orang sukses mungkin lebih bersyukur dari pada yang orang yang berada dalam kesulitan yang selalu mengerutu? Atau mungkin yang sukses atau yang menderita sama-sama tidak menyadari  kehadiran Tuhan? Atau kedua situasi sama-sama selalu menyadari Kehadiran Tuhan dan selalu bersyukur?  Tanyakan pada diri kita masing-masing?

Kedua: apakah saya minta Pertolongan Tuhan  ketika saya membutuhkan Pertolongan. Banyak orang berdoa ketika mereka berada dalam kesulitan, akan tetapi kalau Tuhan juga bekerja melalui orang lain, barangkali kita juga butuh untuk minta bantuan dari sesama kita juga. Sangat sulit untuk mengesampingkan harga diri kita sering membuat kita tetap berada dalam kesulitan. Bagaimana pun, kalau kita meminta Tuhan atau sesama dalam hidup kita untuk membantu kita seperti orang Genasaret, kita juga menemukan jalan keluar, bantuan atau pun kesembuhan.

Comments are closed.
Translate »