Hari Raya Semua Orang Kudus
Fr Gunawan Wibisono O.Carm
1 November 2024
Why 7: 9-14 + 1Yoh 3: 1-3 + Mat 5: 1-12
Lectio
Pada suatu hari ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”
Meditatio
Siapakah para Kudus itu? Tentunya mereka ‘yang empunya Kerajaan Sorga’, sebagaimana dikatakan Yesus hari ini; termasuk juga mereka yang suci hatinya, mereka yang disebut anak-anak Allah, yang dianiaya oleh sebab kebenaran, dan juga mereka yang menerima upah besar di sorga’. Mereka tidaklah sedikit jumlahnya; mereka adalah orang-orang yang telah melalui pintu sempit (Luk 13), sebagaimana kita renungkan hari Rabu kemarin. Mereka adalah kumpulan besar orang yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Mereka sering menyanyikan lagu ‘keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!’ (Why 7).
Mereka adalah para pejuang hidup, yang memang menghayati imannya dengan benar. Mereka menghayati ucapan bahagia yang ditegaskan Yesus sendiri. Mereka adalah pejuang, karena mereka bukanlah orang-orang yang hidupnya berfoya-foya. Mereka itu miskin di hadapan Allah, yang tabah dalam dukacita, yang lemah lembut, yang lapar dan haus akan kebenaran, yang murah hati, yang membawa damai, yang dianiaya oleh sebab kebenaran, yang dicela, dianiaya dan yang difitnahkan segala yang jahat. Rasul Yohanes dalam kitab Wahyu menuliskan, bahwa mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.
Mereka adalah orang-orang yang hebat.
Mungkinkah kita beroleh kesempatan tinggal dalam KerajaanNya bersama mereka, menjadi satu kumpulan besar dengan para Kudus? Ada, dan terbuka lebar kesempatan itu. Bukankah ‘oleh kasih Bapa kepada kita, kita adalah anak-anak Allah. Bukankah apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya?’ (1Yoh 3). Inilah peluang besar bagi kita menjadi orang-orang kudus, satu warga dengan para KudusNya. Tentunya kita nikmati peluang lebar yang dijanjikan Yesus Kristus sendiri.
Oratio
Yesus Kristus, kami bersyukur kepadaMu, atas peluang lebar yang Engkau berikan kepada kami menikmati sukacita ilahi bersama para Kudus. Engkau telah mengangkat kami menjadi anak-anak Allah. Semoga kami semakin berani mengimani sabda bahagia yang Engkau sampaikan kepada kami. Amin.
Contemplatio
‘Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga’.